Sains di Tengah Wabah Corona

Nirwan Ahmad Arsuka
Kompas, 5 Juni 2020

Tak terhindarkan: agama yang yakin sebagai pengetahuan yang diturunkan langsung oleh Tuhan pantas mengangkat diri jadi pengetahuan paling luhur, agung, lengkap dan sempurna. Kaum agamawan, dengan niat mulia, kerap menilai pengetahuan rasional yang sekuler itu sebagai pengetahuan yang rendah, kasar, tak lengkap, dan berbahaya. Mereka yang mengamalkannya harus dikoreksi dan diselamatkan jiwanya. Keluhan Galileo Galilei di ruang tahanannya dan rintihan Giordano Bruno di api unggunnya, tentu masih bisa kita dengar di abad ini. Continue reading “Sains di Tengah Wabah Corona”

Sajak-sajak Hujan Taufiq Wr. Hidayat

KOPI DALAM GERIMIS

Kopi hitam ini, mengepul. Gerimis jatuh di situ. Tak ada siapa-siapa, aku menatap keluar jendela. Cuma aku dan secangkir kopi. Kopi yang pahit. Tapi, gerimis yang manis.

Diam-diam sunyi mengembun di kaca pintu. Angin Juni mengelus rindu. Hidungku memantul di hitam kopi. Waktu yang gaib. Segala peristiwa membayang di secangkir kopi. Seperti menjenguk kesendirian yang dalam setelah ditelan kesibukan. Continue reading “Sajak-sajak Hujan Taufiq Wr. Hidayat”

TENTANG GARIS DEMARKASI ANTARA SAINS DAN FILSAFAT DAN KEMATIAN METAFISIKA

Fitzerald Kennedy Sitorus

Beberapa hari belakangan ini, kita membaca di halaman facebook lalu lintas pertukaran pikiran yang bersemangat mengenai sains. Picu yang melatuk diskusi ini adalah pernyataan Mas GM mengenai permasalahan-permasalahan sains dalam sebuah seminar online yang berjudul “Berkhidmat kepada Sains”. Pertanyaan ini kemudian ditanggapi oleh AS Laksana. Kemudian sejumlah tulisan tanggapan lainnya bermunculan meramaikan pertukaran pikiran tersebut. Continue reading “TENTANG GARIS DEMARKASI ANTARA SAINS DAN FILSAFAT DAN KEMATIAN METAFISIKA”

KEINDAHAN-KEELOKAN JAWA DALAM SASTRA (5)

Djoko Saryono *

/1/
Sesudah keterpesonaan Jawa, saya ingin mendedah atau menggali lebih dalam keterhanyutan ala Jawa dalam sastra. Hal ini sangat penting karena nilai keterpesonaan Jawa tidak dapat dipisahkan dengan nilai keterhanyutan. Bahkan dapat dikatakan, nilai keterhanyutan merupakan dimensi yang lebih subtil, sublim, dan spiritual daripada nilai keterpesonaan. Malah ia biasa disebut tahap estetis yang lebih tinggi. Continue reading “KEINDAHAN-KEELOKAN JAWA DALAM SASTRA (5)”

Bahasa »