Tag Archives: Sidik Nugroho

Keindahan Laut dan Dinamika Masa Puber

Judul Buku: The Highest Tide (Pasang Laut)
Penulis: Jim Lynch
Penerjemah: Arif Subiyanto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 328 halaman
Cetakan pertama, tahun 2007
Peresensi: Sidik Nugroho *
http://tuanmalam.blogspot.com/

Semoga Pelangi Itu Selalu Berseri

:Sebuah Esai atas Buku Kumpulan Cerpen “Pelangi Sastra Malang dalam Cerpen”
Sidik Nugroho
http://tuanmalam.blogspot.com/

“Dead Poets Society” — mungkin kita pernah menonton filmnya. Di sana ada seorang guru bahasa yang sangat bergairah dan dinamis mengajar: naik ke atas meja, penuh retorika, bahkan menggunakan pelajaran olahraga sebagai kegiatan pemantik semangat hidup. Sang guru — diperankan memikat oleh Robin Williams — disukai benar oleh murid-muridnya. Beberapa di antara mereka bahkan kemudian meniru-niru apa yang pernah dilakukan sang guru itu ketika ia masih muda: membentuk geng sastra!

Segera Memulai, Lalu Menata

Sidik Nugroho
http://www.ruangbaca.com/

“Saya tidak pernah memutuskan untuk menjadi penulis. Pada awalnya saya tidak berharap mendapatkan nafkah dengan dibacanya karya saya. Saya menulis sebagai seorang anak yang gembira ketika memahami hidup lewat pikiran saya,” demikian Nadine Gordimer berujar ketika menerima anugerah Nobel Sastra.

Ia menulis sejak kecil, berusaha memetakan apa yang ia lihat, cium, dan rasakan dalam berbagai hal, hingga suatu ketika cerita pertamanya diterbitkan saat berusia 15 tahun.

Pembacaan Ulang Pengarang Stensilan

Sidik Nugroho*
http://www.jawapos.com/

NAMA Abdullah Harahap tak pernah dikenal sebagai tokoh penting dalam sastra Indonesia pada eranya (tahun 80-an). Namun ia adalah seorang pengarang produktif, menulis banyak novel stensilan tentang setan, balas dendam, seks, jimat, dan segala yang berbau horor. Kepengarangan Abdullah memang telah usai. Bahkan buku-bukunya kini susah ditemui di toko-toko buku loak sekalipun.

Demi Anak yang Tunarungu

Sidik Nugroho*
http://www.jawapos.co.id/

MEMILIKI seorang anak yang normal secara fisik dan psikis mungkin tak akan mendatangkan banyak masalah, terutama dalam mengajaknya berkomunikasi, belajar, dan bermain. Para orang tua tinggal menentukan pola pembelajaran dan pendidikan yang tepat, maka anak itu sangat mungkin akan baik-baik saja. Sebuah keluarga yang bahagia pun terbentuk.