Zawawi Imron: Tak Ada Alasan untuk Tidak Mencintai Indonesia

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Hingga tak terpikir lagi bagi kami untuk membayarnya, lalu kami tambah lagi dengan utang-utang baru. Barangkali utang itu sejenis iblis yang tidak boleh memasuki pintu rumah kami. Kalau utang itu telah menjadi bulu rambut dan bulu ketiak dan tak sempat kami lunasi….

Jakarta ? Petikan puisi bebas itu adalah salah satu puisi yang dibacakan penyair D Zawawi Imron selain sajaknya yang lain seperti ?Ibu? dan ?Zikir?, yang dia lantunkan sesuai orasi budaya di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (28/11). Continue reading “Zawawi Imron: Tak Ada Alasan untuk Tidak Mencintai Indonesia”

KARYA-KARYA BESAR SASTRA “WAHYU PROFAN” DALAM SEJARAH MANUSIA *)

Sihar Ramses Simatupang
terpelanting.wordpress.com

Karya sastra memegang sebuah tanggung jawab yang begitu besar. Akademi Swedia “yang setia menganugrahi penulis dari berbagai belahan bumi dengan penghargaan Nobel” mengatakan pengarang melalui teks harus senantiasa memberikan peradaban dalam sebuah komunitas masyarakat. Hal ini kemudian menjadi pemahfuman betapa nilai ekstrinsik berperan penting dalam dimensi teks sastra. Continue reading “KARYA-KARYA BESAR SASTRA “WAHYU PROFAN” DALAM SEJARAH MANUSIA *)”

Estetika dari Eksotika Timur

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Walau pameran patungnya yang bertajuk ?Tribal Art? mempertemukan timur dan barat, tetap saja nuansa timur yang lebih kental terasa. Seniman Antonius Kho memang berbekal latar belakang filosofi timur yang begitu kuat hingga merangsang penciptaannya.

Patung-patung yang dibuatnya mengingatkan pada totem yang kerap dijumpai di Papua. Bentuknya yang mengukir, berputaran halus, sedikit pun tak menyisakan sudut simetris yang tajam pada karya-karyanya. Continue reading “Estetika dari Eksotika Timur”

Mari Membaca Isi (Ratusan) Novel Sastra Indonesia!

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Oki Toshio, seorang novelis diburu karena mengangkat tokoh Otoko, perempuan masa lalunya yang kemudian menjadi pelukis perempuan terkenal. Kisah Okio ini kemudian ditarik pada kegetiran masa lalu Oki. Oki kemudian pergi ke desa itu, mendengarkan lonceng di kuil, mengingat Otoko.

Ada lagi kisah lain, tentang seorang calon rahib di sebuah kuil mengalami pengalaman sekuler ? termasuk bersetubuh dengan pelacur ? lalu akhirnya mendulang kegelisahan. Di puncak kegelisahan itu. Si tokoh, kemudian membakar kuilnya dengan wajah yang teramat dingin. Continue reading “Mari Membaca Isi (Ratusan) Novel Sastra Indonesia!”

Ada Apa dengan Seniman dan Birokrasi?

Dari Diskusi Federasi Teater Indonesia

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Teguran birokrasi terhadap seniman yang meminta seniman mengubah nama Komunitas Planet Senen menjadi Gelanggang Remaja Jakarta Pusat saat membuat acara kemudian memberlakukan retribusi terhadap Sanggar Mentaya Estetika – yang sebenarnya sebuah teater yang disutradarai teaterawan Imam Ma’arif – direspons oleh sastrawan dan teaterawan Radhar Panca Dahana. Continue reading “Ada Apa dengan Seniman dan Birokrasi?”