Kolaborasi Tiga Wayang

Sri Rejeki
Kompas, 12 Des 2010

SUARA alu-alu yang dientakkan ke lesung oleh enam perempuan paruh baya berbaju lurik dan berkain batik terdengar bertalu-talu, Kamis (2/12) malam. Atraksi itu mengingatkan kita pada tradisi agraris menumbuk beras yang kini hampir tidak dapat dijumpai lagi.

Suasana pedesaan itulah yang mengawali pertunjukan wayang beber dengan lakon ”Suluk Banyu” di Griya Tanjung Anom, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Continue reading “Kolaborasi Tiga Wayang”

Gesang, Keroncong Pencatat Zaman

Frans Sartono, Sri Rejeki
http://oase.kompas.com/

Pada musim kemarau tahun 1940 saya melihat Bengawan Solo kering airnya, padahal pada musim hujan airnya berlimpah. Dua keadaan yang sangat berlainan ini memberikan kesan yang dalam sekali bila dihubungkan dengan kehidupan manusia dan alam. Dimulai dengan senandung, saya goreskan pensil pada secarik kertas bekas pembungkus rokok dan terciptalah ?Bengawan Solo?.? Continue reading “Gesang, Keroncong Pencatat Zaman”