Mimpi sang Raja

Sunaryono Basuki Ks
http://www.sinarharapan.co.id/

Sang Raja terbangun dari mimpinya yang lucu: tujuh ekor ikan teri memakan tujuh ekor ikan paus, dan tujuh orang anak kecil masing-masing memakan gunung, memakan hutan belantara, memakan danau, memakan tanah, memakan jalan dan jembatan, memakan gedung-gedung bertingkat tempat bercokolnya bank besar, dan memakan kertas-kertas bergambar George Washington. Continue reading “Mimpi sang Raja”

PENGARANG SURABAYA Menari-nari dalam Kata bersama Lan Fang

Sunaryono Basuki Ks *
suarakarya-online.com

Surabaya punya banyak pengarang fiksi, dimasa lalu ada Grandy yang menciptakan detektif Naga Mas, ada Basoeki Rachmat dengan novel-novel berbahasa Jawa dan Indonesia serta cerpennya, ada Farid Dimyati, ada Poernawan Tjondronegoro yang meninggal di Jakarta.

Dimasa kini ada Suprato Brata pengarang super produktif yang menghasilkan puluhan novel berbahasa Jawa serta Indonesia. Continue reading “PENGARANG SURABAYA Menari-nari dalam Kata bersama Lan Fang”

Nasib Perempuan yang Terpinggirkan dalam Lasmi

Sunaryono Basuki Ks*
http://www.riaupos.com/

Sejak terbitnya novel tebal Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta (1999) maka sedikit demi sedikit muncul buku-buu lain baik novel atau laporan dari orag-orang yang merasa terpinggirkan (subaltern), yang sering disebut sisa-sisa G30 S seperti buku Aku Eks Tapol tulisan Hersi Setiawan. Mereka menanggung stigma eks PKI atau eks Tapol dan dianggap berbahaya sebab dikira bisa meracuni generasi muda dengan pikiran-pikirannya. Continue reading “Nasib Perempuan yang Terpinggirkan dalam Lasmi”

Oka Rusmini Makin Menjadi

Sunaryono Basuki Ks
suarakarya-online.com

Sejak terbitnya novel Tarian Bumi sebagai cerber Harian Republika, Oka Rusmini menjadi daya tarik sastra Indonesia. Kerenanya Taufiq Ismail dengan Horison Sastra Indonesia memasukkan nukilan novel ini di dalam Kitab Nukilan Novel, Horison Sastra jilid ke III.

Dia mewakili 41 novelis Indonesia yang karyanya dicuplik di dalam buku ini, bersamaan dengan Panji Tisna dan Putu Wijaya. Namun, Tarian Bumi bukanlah novel pertamanya. Saat dia masih duduk di bangku SMA, dai menulis novel berjudul Gurat-Gurat, di muat sebagai cerber di Bali Post tempat dia kemudian bekerja sebagai redaktur. Continue reading “Oka Rusmini Makin Menjadi”

Bahasa ยป