Esai Bahasa Diamankan

Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/

Saat menonton berita TV saya terkejut mendengar pewarta mengabarkan bahwa pengungsi korban letusan Merapi “diamankan”. Andaikata saya tidak memahami konteks warta tersebut, saya pasti berkomentar “Oh, alangkah malang nasib pengungsi yang dikejar-kejar wedus gembel itu. Sudah jatuh tertimpa tangga pula.” Continue reading “Esai Bahasa Diamankan”

Cendera Mata

Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/

Sewaktu menyiarkan berita tentang “Opak” atau kerupuk singkong yang sering dibawa oleh wisatawan asal Malaysia, seorang penyiar stasiun TV yang terdepan mengabarkan menyebut ungkapan “oleh tangan”.

Mungkin dia salah baca atau terlalu cepat membaca teks yang seharusnnya berbunyi “oleh-oleh” atau “buah tangan” menjadi “oleh tangan” saja. Kecuali saya salah dengar. Continue reading “Cendera Mata”

Perempuan yang Mengayunkan Kakinya di Air Laut Dermaga Pelabuhan Kecil Itu

Sunaryono Basuki Ks

Beranda

Setiap bulan purnama menumpahkan cahaya keperakan ke atas permukaan air laut yang berkecipak di pelabuhan kecil dengan dermaga kayu yang menjorok ke tengah itu, selalu saja orang-orang berbisik bahwa sebentar lagi seorang perempuan cantik akan muncul, duduk sendirian di ujung dermaga, kadang turun melalui tangga kayu ke permukaan laut dan duduk di kaki tangga lantas mencelupkan sepasang kakinya yang putih bersih ke dalam air laut. Continue reading “Perempuan yang Mengayunkan Kakinya di Air Laut Dermaga Pelabuhan Kecil Itu”

Apalagi yang Tersisa untuk Diceritakan

Sunaryono Basuki Ks
http://www.sinarharapan.co.id/

Orang bijak pernah bilang, tidak ada yang baru di bawah matahari. Apakah dia Sulaiman? Atau tokoh lain? Tidak penting benar mengingatnya. Benarkah yang dikatakannya? Bukankah dari dulu sampai sekarang, sampai waktu yang akan datang, matahari selalu terbit dari arah timur dan tenggelam di ufuk barat? Pernahkah berubah? Matahari memberikan panasnya ke atas bumi tanpa pilih kasih sebagaimana kasih Sang Penciptanya yang tak pernah pilih-pilih. Continue reading “Apalagi yang Tersisa untuk Diceritakan”

Kain Batik Sidomukti

Sunaryono Basuki Ks
sinarharapan.co.id

Pada ulang tahunku yang ke tujuh puluh dua, saat musim dingin belum juga pergi, aku menerima bingkisan dari seorang teman lama, yang syukur berusia panjang pula seperti diriku. Sebuah bungkusan kertas kado sederhana berwarna hijau tua berhiaskan kembang-kembang berwarna putih bagaikan untaian melati. Di luar bungkusan menempel sebuah amplop, dilekatkan dengan selotip tipis. Amplop itu lebih dulu aku buka. Isinya sebaris puisi: Continue reading “Kain Batik Sidomukti”

Bahasa ยป