DARI UJUNG KE UJUNG

KRT. Suryanto Sastroatmodjo

Tak bisa diduga, berapa lama dia berada di ujung jalan. Andaikata terdapat seseorang yang menyapa, apa yang harus dikatakannya? Andaikata terdapat seseorang yang menduga, haruskah dia selonjorkan menit-menit yang berharga, buat secuap jawab tanpa makna? Namun demikian, pada hari yang penuh berlumur gula, sepatutnya dia kembali meraih penunjuk jalan yang mengarahkan orang pada jalur yang tepat – di kala segalanya masih remang dalam rabaan. Continue reading “DARI UJUNG KE UJUNG”

PERJALANAN TUNAI

KRT. Suryanto Sastroatmodjo

Herbert, si buyung tanggung.
Masih juga bergema, nyanyian gereja yang kemarin kaulantunkan itu. Masih juga bergema di ruangan itu – dan kini kubayangkan kembali suasana yang membawa rahmat – kala aku menginsyafi, betapa telah tambah jauh jabat tangan yang terbuhul, terkembang dan terlayarkan. Kita menatap telapak matahari, mencoba mengatasi kejemuan yang bukan mustahil; tuntutan kala. Biarlah kita menyusun ketegaran baru, bila kupercaya mampu menyambutnya. Biarlah kita mematut-patut keracikan kalimat, yang sanggup melukiskan siapa dan di mana sangkutan angan. Seorang pemuda remaja yang tengah bangkit memapag surya, hendaknya menengok segi-segi gemilang dari percaturan martabat. Continue reading “PERJALANAN TUNAI”

BAYANG DAN BOYONG

KRT. Suryanto Sastroatmodjo

Mari kita silakan para tamu memasuki baluwarti ini, saudaraku – ketika barisan yang kita nanti-nantikan sudah mulai memperlihatkan langkahnya yang tegap dan tegas. Marilah kita persilahkan para sanak-kadang yang sudah semalaman berkuyup-embun di luar pager-banon sana, dan biarkanlah mereka pagi ini ikut menikmati selamat datang ini. Continue reading “BAYANG DAN BOYONG”

Bahasa »