Tak bisa diduga, berapa lama dia berada di ujung jalan. Andaikata terdapat seseorang yang menyapa, apa yang harus dikatakannya? Andaikata terdapat seseorang yang menduga, haruskah dia selonjorkan menit-menit yang berharga, buat secuap jawab tanpa makna? Namun demikian, pada hari yang penuh berlumur gula, sepatutnya dia kembali meraih penunjuk jalan yang mengarahkan orang pada jalur yang tepat – di kala segalanya masih remang dalam rabaan. Continue reading “DARI UJUNG KE UJUNG”
SENYUM PUN BERKEMBANG
KRT. Suryanto Sastroatmodjo
Baik, baik, lebih baik kita simak lebih lanjut, apakah pikir dan kegelisahan yang mencucuk-cucuk dada itu masih meninggalkan bekas, ataukah sudah sirna sama sekali. Jikalau sulit untuk dihapus, lebih baik kita sendiri yang menyembunyikan ke balik baju kaos, baju-dalam, ataupun sesuatu yang tersembunyi di sini. Continue reading “SENYUM PUN BERKEMBANG”
PERJALANAN TUNAI
KRT. Suryanto Sastroatmodjo
Herbert, si buyung tanggung.
Masih juga bergema, nyanyian gereja yang kemarin kaulantunkan itu. Masih juga bergema di ruangan itu – dan kini kubayangkan kembali suasana yang membawa rahmat – kala aku menginsyafi, betapa telah tambah jauh jabat tangan yang terbuhul, terkembang dan terlayarkan. Kita menatap telapak matahari, mencoba mengatasi kejemuan yang bukan mustahil; tuntutan kala. Biarlah kita menyusun ketegaran baru, bila kupercaya mampu menyambutnya. Biarlah kita mematut-patut keracikan kalimat, yang sanggup melukiskan siapa dan di mana sangkutan angan. Seorang pemuda remaja yang tengah bangkit memapag surya, hendaknya menengok segi-segi gemilang dari percaturan martabat. Continue reading “PERJALANAN TUNAI”
LELATU DALAM TUNGKU
KRT. Suryanto Sastroatmodjo
Andaikata bapak benar, siapakah yang rela disekap di balik jeruji, karena membisikkan hasil-lamunan yang seronok? Oh, aku banyak sekali menyandang kemualan, kendatipun yang kukejar adalah kemuliaan. Aku banyak sekali tertikam runtuk-lantak, walaupun sedari muda, selalu berkeinginan untuk merangkum pesan nan khusus. Continue reading “LELATU DALAM TUNGKU”
BAYANG DAN BOYONG
KRT. Suryanto Sastroatmodjo
Mari kita silakan para tamu memasuki baluwarti ini, saudaraku – ketika barisan yang kita nanti-nantikan sudah mulai memperlihatkan langkahnya yang tegap dan tegas. Marilah kita persilahkan para sanak-kadang yang sudah semalaman berkuyup-embun di luar pager-banon sana, dan biarkanlah mereka pagi ini ikut menikmati selamat datang ini. Continue reading “BAYANG DAN BOYONG”
