Sigi ?Piningit?

S.W. Teofani
http://www.lampungpost.com/

INI adalah masa sulit hidupku. Melewati dua belas tahun usiaku, menjadi petaka bagi ruhaniku yang haus pengetahuan. Saatnya kutinggalkan semua kenang di puri kebijaksanaan. Dipaksa usai memamah hikmah menjadi duka yang tak ku suka. Saat paling mengerikan yang tak pernah kuharapkan kehadirannya. Aku harus berdiam di balik tembok-tembok keangkuhan adat yang menandaskan seluruh cita. Menaati tradisi yang tak kumengerti. Continue reading “Sigi ?Piningit?”

Gaun yang Kusimpan

S.W. Teofani
http://www.lampungpost.com/

INI gaun terindah yang kumiliki. Kutisik dengan peniti hati, kusulam dengan benang jiwa. Setiap rendanya adalah tembang hatiku saat membayangkan malam yang agung bersamamu. Setiap rajutannya adalah senandung doa tentang masa yang akan kita jaga.

Kekasih, kau adalah lelaki pertama yang kupercaya menghantarkanku ke pesta. Padamu kupercayakan sebentuk hati yang kelak harus kau jaga. Continue reading “Gaun yang Kusimpan”

Taman yang Pernah Kusinggahi

S.W. Teofani
http://www.lampungpost.com/

AKU menuju Firdaus. Sebuah taman yang dijanjikan Tuhan bagi jiwa-jiwa tenang. Tuhan memanggil jiwa-jiwa itu lebih lembut dari desau angin. “Hai jiwa-jiwa tenang, datanglah kepada Tuhanmu dengan kegembiraan dan ridho-Nya. Masuklah pada barisan hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke surgaku.”

Hatiku berdegup kencang. Mangeja; termasukah aku salah satu jiwa yang dipanggil semesra malam pengantin. Air mataku meleleh, manelaah, mungkinkah panggilan itu pantas untuk jiwa-jiwa gelisah, seperti jiwaku. Continue reading “Taman yang Pernah Kusinggahi”

Gapura Lain

S.W. Teofani
http://www.lampungpost.com/

KEMUDIAN aku menatap gapura itu semakin samar. Menjauh di antara kabut dan awan. Tapi aku tak punya sayap menujunya. Berpaling pun aku tak sempurna. Aku diam. Mematung diri dalam limbung nyata.

Di sini, di pulau ini aku menunggumu. Tempat yang tak bernama dan tak berupa. Laman yang menghantarkan kita menikmati setiap musim cinta. Menempuh segala liku tawa dan prahara. Ceruk cadas telah kita lalui, puncak perih pernah kita daki. Continue reading “Gapura Lain”

Bahasa ยป