Taufiq Ismail Ajak Bangsa Indonesia Perangi “GSM”

Endang Kusumastuti
suarakarya-online.com

Budayawan Taufiq Ismail mengajak bangsa Indonesia memerangi “gerakan syahwat merdeka” (GSM). Gerakan ini tidak berorganisasi resmi, tapi bekerja sama bahu-membahu melalui jaringan mendunia dengan kapital raksasa yang mendanainya, ideologi gabungan yang melandasinya, dan media cetak serta elektronik yang menjadi pengeras suaranya. Continue reading “Taufiq Ismail Ajak Bangsa Indonesia Perangi “GSM””

50 Tahun Taufiq Ismail Bersastra, Penjaga Moral Sastra yang Teguh

Rakhmat Giryadi, Ary Nugraheni
surabayapost.co.id

Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Di batas cakrawala

Penggalan bait puisi Dengan Puisi Aku yang dinyanyikan grup Bimbo tahun 70-an itu terasa sekali sebagai kredo Taufiq Ismail untuk meneguhkan dirinya sebagai penyair sampai akhir hayatnya. Jarang sekali seniman yang berpendirian seperti ini. Selama 50 tahun sudah, Taufiq telah meneguhkan sikapnya itu untuk tetap bersyair. Continue reading “50 Tahun Taufiq Ismail Bersastra, Penjaga Moral Sastra yang Teguh”

BELAJAR DARI IMAJI KEPENULISAN TAUFIQ ISMAIL

Sutejo
Ponorogo Pos

Membaca Taufiq Ismail dalam konteks pengalaman kreatif adalah sesuatu yang kompleks dan menarik. Di samping sebagai penyair protes awalnya, Taufiq berujung pada puisi-puisi imajis. Pengalaman kepenulisan Taufiq pada awalnya digerakkan oleh (a) kepeduliannya pada bangsanya melalui gerakan kemahasiswaan dan (b) bagaimana keprihatinannya alir ketika melihat kepincangan sosial di awal persalinan Orde Baru yang pucuknya adalah politik kesenian Manikebu. Continue reading “BELAJAR DARI IMAJI KEPENULISAN TAUFIQ ISMAIL”

TAUFIQ ISMAIL: MEMBACA ISYARAT, MENYAPA KATA HATI

Maman S. Mahayana *

Sastra adalah catatan sebuah kesaksian atas satu atau serangkaian peristiwa yang terjadi pada saat dan zaman tertentu. Sebagai sebuah kesaksian, sastra boleh jadi sekadar mencatat segala peristiwa itu tanpa pretensi. Atau, mungkin juga ia mencoba melakukan pemaknaan atas hakikat di balik peristiwa itu.Itulah sebabnya, dari karya sastra, kita (: pembaca) kerap menemukan berbagai hal yang baik atau yang buruk; yang tersirat atau tersurat. Jadi, sebagai catatan sebuah kesaksian, sastra menghasilkan rekaman situasi sosial pada zamannya. Ia menampilkan semacam potret sosial. Dari sana, terungkap situasi sosial, di dalamnya sekaligus tersembunyi semangat zaman, bahkan juga luka sejarah yang terjadi pada masa tertentu. Continue reading “TAUFIQ ISMAIL: MEMBACA ISYARAT, MENYAPA KATA HATI”

Bahasa ยป