Kisah Cinta Nima

Teguh Winarsho AS
suarakarya-online.com

PAGI masih dingin. Embun masih menggantung di dedaunan. Nima membuka pintu rumah majikannya. Ia akan memulai pekerjaannya menyapu halaman rumah itu. Memang masih terlalu pagi. Tidak biasanya ia bekerja sepagi ini. Ada sesuatu yang menganggu pikirannya, beberapa hari terakhir ini. Apa lagi, kalau bukan laki-laki yang baru tinggal di rumah sebelah? Seorang laki-laki muda yang beberapa kali mencuri perhatiannya. Continue reading “Kisah Cinta Nima”

NOVEL SEJARAH: KANTRING GENJER-GENJER

[dari kitab kuning sampai komunis]
Hak Cipta pada penerbit PUstaka puJAngga
Teguh Winarsho AS*

PENGANTAR: KEPADA PECANDU NOVEL
Nurel Javissyarqi*

Kantring Genjer-genjer, karya novelis Teguh Winarsho AS. Saya tidak membaca manuskripnya secara keseluruhan. Alasan pengantar, pertama; berangkat dari sini, kita menyimak secara bareng-bareng mengenai kelahiran gagasan anak manusia, sebab rasa mendahului itu, terkadang mencipta kesombongan lain, dalam ruang persidangan pembaca. Kedua; di jaman sekarang, tidaklah laku penilaian, apalagi sekadar pemanis buatan. Ketiga: pembaca tentunya lebih tahu diri. Continue reading “NOVEL SEJARAH: KANTRING GENJER-GENJER”

Malam Seribu Bulan

Teguh Winarsho AS
Suara Karya, 25 Nov 2006

Sungguh saya menyesal tidak memberi uang recehan pada laki-laki tua yang menengadahkan tangannya sembari menatap saya dengan sorot mata iba ketika mobil yang dikendarai istri saya berhenti di traffic light, sepulang kami dari mengambil uang di Bank. Padahal di dalam mobil ada banyak uang recehan yang memang khusus disediakan istri saya untuk dibagi-bagi pada para pengemis di perempatan jalan. Rasa sesal itu terus menghantui selama perjalanan sampai saya tiba di rumah. Continue reading “Malam Seribu Bulan”

Ramadan Ayah

Teguh Winarsho AS
Pikiran Rakyat Online

RAMADAN selalu membuat kampung kami bergairah. Orang-orang seperti berlomba memperbanyak ibadah. Bahkan, banyak di antara mereka yang sebelumnya tak pernah datang ke masjid, tiba-tiba di Bulan Ramadan ini rajin ke masjid. Tapi sayang, Ayah, laki-laki tua yang suka mendengus dan meludah, tetap tidak berubah. Setiap malam Ayah masih suka begadang di gardu ronda dekat pasar, sibuk memelototi kartu ceki dan sedikit minum alkohol; mabuk. Pulang jam lima pagi dengan langkah gontai dan mata merah, berpapasan dengan orang-orang yang baru pulang dari masjid. Continue reading “Ramadan Ayah”

Pencuri (Bukan) Malaikat

Teguh Winarsho AS
Lampung Post 2005

Asshalatu khairu minna naum…
Allahu akbar, Allhu akbar….
Laa illaha illallah….

SENYAP subuh tiba-tiba pecah oleh gema suara azan. Laki-laki itu, Hasan, hatinya bergetar. Ia harus segera menunaikan kewajibannya. Mengambil air wudu dan salat berjemaah. Tapi, ah, ada sesuatu yang membuat pikirannya resah gelisah. Kedua kakinya enggan melangkah. Tampak di atas, langit subuh meremang bertabur bintang sisa malam pekat yang nyaris pudar. Sementara di udara, kabut tipis mulai bergerak dari arah bukit melulur pepohonan, bergetar pada lampu-lampu neon di pinggir jalan. Continue reading “Pencuri (Bukan) Malaikat”

Bahasa ยป