Tag Archives: Thales

BABAD NUCA NEPA (FLORES)

Membaca “kedangkalan” logika Dr. Ignas Kleden?
(bagian XIV, kupasan ke nol dari sebelum paragraf ketiganya)
Nurel Javissyarqi

“Wahrheiten wollen erkannt und festgestellt, eben bewahrheitet sein; die Wahrheit selbst bedarf dessen nicht, sondern sie ist es, die allein bewährt, was irgend als wahr erkannt sein und gelten soll.” “Segala kebenaran maunya diketahui dan dinyatakan, dan juga dibenarkan; kebenaran itu sendiri tidak perlu akan itu, karena ialah yang menunjukkan, apa yang diketahui benar dan harus berlaku.” (Paul Natorp, Individuum und Gemeinschaft, terjemahan Dr. Mohammad Hatta).

Mendengar Mozart berjumpa Thales bersama Yuja Wang

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=429

Seorang kelana kecapean, biasanya kalau tiba di puncak suatu bukit berhenti sebentar, lalu memandang ke lembah di bawahnya. Ia melihat keseluruhan pemandangan indah pelbagai macam, hanya sambil dilakukan di perjalanan. Ini suatu gambaran simbolis arti Mozart dalam musik. Ialah lembah indah itu. Berada di pinggiran sejarah dan evolusi musik, tak punyai maksud seperti Wagner. Tidak mencari bentuk baru, tetapi yang ada dibawanya ke puncak kepurnaan. Kalau kita hanya punya Mozart, musik akan banyak segi-seginya seperti sekarang. Semua kita jumpai padanya mempunyai hampir sama, kecuali barangkali minatnya untuk alam.