Hak Masyarakat atas Akses Informasi

Udo Z. Karzi, Andri Saputra *

DALAM sebulan terakhir, kehidupan birokrasi di Kotawaringin Barat menunjukkan gejala yang kurang bersahabat. Sejumlah pejabat menolak diwawancarai dengan alasan yang beragam. Anehnya, sikap ini ditunjukkan setelah pers memublikasikan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai penyimpangan anggaran yang terjadi di beberapa instansi. Continue reading “Hak Masyarakat atas Akses Informasi”

Kekuasaan sebagai…

Udo Z. Karzi
Lampung Post, 24 Juli 2006

KEKUASAAN dalam arti hubungan yang mengandung otoritas, menurut Maurice Duverger (The Study Of Politics, 1979), memengaruhi kehidupan politik, baik dalam bentuk negara maupun komunitas-komunitas yang lebih kecil. Ada dua corak pengaruh yang ditimbulkan kekuasaan. Pertama, jika kita melihat politik pada dasarnya sebagai arena pertarungan atau medan pertempuran. Continue reading “Kekuasaan sebagai…”

Kepergian Nyatanya adalah Kepulangan

Udo Z. Karzi *
lampungpost.com

KEPERGIAN sesungguhnya sesuatu hal yang sama dengan kepulangan. Tinggal bagaimana perspektif yang diambil. Pada titik ekstrem, orang yang tak memiliki ikatan tempat tidak pernah merasa pulang atau pergi.

PALING tidak pikiran ini menyelinap setelah membaca Kereta Pagi Menuju Den Haag, kumpulan cerpen Rilda A. Oe. Taneko (diterbitkan Pensil 324, Jakarta, September 2010). Continue reading “Kepergian Nyatanya adalah Kepulangan”

Nasib Bahasa Lampung*

Udo Z. Karzi
Lampung Post, 21 Feb 2007

Bahasa Lampung kian terpinggirkan! Ini pernyataan yang kesekian tentang betapa menyedihkan “nasib” bahasa Lampung. Kali ini datang dari Kepala Kantor Bahasa Lampung Agus Sri Danardana. Agus mengatakan, akibat tidak banyak penutur asli Lampung yang memakai bahasa Lampung dalam kegiatan sehari-hari, bahasa Lampung semakin terpinggirkan dalam kehidupan masyarakat Lampung. Continue reading “Nasib Bahasa Lampung*”

“Pencarian” ZA Mathikha Dewa

Udo Z. Karzi
Teknokra Edisi 162, Mei 1996

SEBUAH manuskrip kumpulan sajak bertitel “Pencarian” mampir ke tempat saya. Penulisnya, ZA Mathikha Dewa–yang mengirim sendiri dari Jayapura.

Suatu kejutan! Soalnya, seingat saya, bumi Irian Jaya selama ini sepi dari kehidupan kesusastraan, terlebih dalam bidang puisi. Boleh dikatakan, tak ada pengarang atau penyair yang mencuat ke pentas nasional. Pengamatan saya ini diperkuat oleh Isbedy Stiawan ZS, penyair senior Lampung. Continue reading ““Pencarian” ZA Mathikha Dewa”

Bahasa ยป