Sastra Lampung, dari Kelisanan ke Keberaksaraan

Udo Z. Karzi *
Media Indonesia, 4 Nov 2007

Dang lupa di lapahan, ingok jama sai tinggal
(Jangan lupa tujuan, ingat dengan yang tertinggal).

PESAN tetua jelma Lampung (orang Lampung) kepada anak muda Lampung yang hendak merantau ini seperti tak berarti banyak ketika melihat kondisi riil di Lampung — spesifiknya Bandar Lampung — saat ini. Anak muda yang beretnis Lampung sedemikian malu dengan kelampungannya. Jika sudah demikian, apa yang bisa diharapkan dari orang-orang yang kehilangan identitas dan tengah mencari identitas baru? Continue reading “Sastra Lampung, dari Kelisanan ke Keberaksaraan”

Cinta Menebar dalam Sajak-Sajak Budi P. Hatees *

Udo Z. Karzi **
cabiklunik.blogspot.com

TERUS terang, agak bingung juga ketika saya diminta membahas sajak-sajak Budi P. Hatees yang dibacakan dalam Bilik Jumpa Sastra malam ini, Jumat, 18 Agustus 2006. Lebih bingung lagi ketika saya menerima 30 sajak dalam manuskrip bertitel Mulak, Kumpulan Sedikit Puisi. Rencananya sih mau diterbitkan menjadi buku. Continue reading “Cinta Menebar dalam Sajak-Sajak Budi P. Hatees *”

Untuk Apa Memetakan Penyair Sumatera?

Udo Z. Karzi *
Cybersastra.net, 5 Sep 2003

Aku membaca esai Isbedy Stiawan Z.S., “Jakarta dan Tabung Orba” (Lampung Post, 3 Agustus 2003). Isbedy menyikapi acara Temu-Dialog Penyair se-Sumatera di Padang, Sumatera Barat, 8–13 Agustus 2003. Isinya sama seperti kebanyakan esai yang terbit di koran-koran: daftar sekian banyak nama penyair, media, dan institusi kepenyairan. Continue reading “Untuk Apa Memetakan Penyair Sumatera?”

Membangun Lampung dengan Buku

Udo Z. Karzi *
lampungpost.com

Saya membaca sebuah artikel Abdullah Khusairi di rubrik buku berjudul Membangun Malayu dengan Buku (Padang Ekspres, 30 November 2009). Isinya tentang sebuah pesta. Bukan pesta bir atau hura-hura. Tapi, pesta buku.

Malam Anugerah Sagang yang digelar Yayasan Sagang di Hotel Ibis, Pekan Baru, pertengahan bukan Oktober lalu. Sebanyak 13 kategori anugerah diserahkan kepada lembaga dan persona yang layak menerimanya. Tapi yang paling penting dari acara ini adalah bagaimana enam buku diluncurkan. Continue reading “Membangun Lampung dengan Buku”

Bahasa ยป