Umar Kayam: Pokok dan Tokoh

Bandung Mawardi
Kedaulatan Rakyat, 24 Mei 2oo9

Umar Kayam (1932 – 2002) adalah pokok dan tokoh dalam sastra, seni, kebudayaan, dan ilmu sosial. Nama ini menjadi bab penting dalam biografi kebudayaan Indonesia. Tokoh ini memang moncer untuk pelbagai hal dan memberi “sihir wacana” untuk publik. Orang berhak membaca dan menilai Umar Kayam karena cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhattan, novelet Sri Sumarah dan Bawuk, novel Para Priyayi, dan novel Jalan Menikung. Continue reading “Umar Kayam: Pokok dan Tokoh”

Umar Kayam, Sastrawan Peduli Wong Cilik

Agus Utantoro
http://www.mediaindonesia.com/

Sosok Umar Kayam, dikenal sebagai sastrawan yang mampu secara konsisten berada dalam garis komitmennya untuk tetap memperhatikan dan mengedepankan kepedulian terhadap rakyat kecil atau wong cilik.

Dalam setiap novel yang lahir dari tarian jarinya, selalu saja mengangkat peristiwa yang ada di seputar kehidupan rakyat kecil yang di dalam pandangannya penuh kegairahan. Continue reading “Umar Kayam, Sastrawan Peduli Wong Cilik”

Umar Kayam, Sastrawan Peduli “Wong Cilik”

Gusti Grehenson
http://www.ugm.ac.id

Umar Kayam merupakan salah seorang tokoh kebudayaan dan dikenal sebagai sastrawan yang mampu secara konsisten berada dalam garis komitmennya untuk memperhatikan kehidupan ‘wong cilik’ (rakyat kecil). Hampir setiap karya novelnya mengangkat peristiwa di seputar kehidupan rakyat kecil, yang di dalam pandangannya penuh kegairahan. Continue reading “Umar Kayam, Sastrawan Peduli “Wong Cilik””

Umar Kayam dan Lebaran

Pamusuk Eneste
http://www.suarapembaruan.com/

Umar Kayam bukanlah cerpenis yang produktif. Kumpulan cerpennya yang pertama, Seribu Kunang-kunang di Manhattan (Pustaka Jaya, 1972) hanya berisi 6 cerpen. Keenam cerpen ini kemudian dimuat kembali dalam kumpulan cerpen Sri Sumarah dan Cerita Pendek Lainnya (Pustaka Jaya, 1986) bersama 4 cerpen yang lain (“Sri Sumarah”, “Bawuk”, “Musim Gugur Kembali di Connecticut”, dan “Kimono Biru buat Istri”). Continue reading “Umar Kayam dan Lebaran”