Tag Archives: Umi Kulsum

Sastra Perkebunan: Kegetiran Hidup di Balik Kemegahan

Umi Kulsum
Kompas, 7 April 2008

MALAM itu, hanya disaksikan sinar bulan dan suara jengkerik, Ruki meninggalkan neneknya yang masih meringkuk di dipan reyot. Gubuk tua yang dihuninya sejak kanak-kanak dipandangnya dari kejauhan dengan harapan kelak dapat dilihatnya lagi. Dengan segala keberanian dan tekad, Ruki meninggalkan desanya menuju ibu kota agar dapat mendaftar untuk ikut bekerja di tanah Deli, suatu tempat yang menjanjikan mimpi masa depan yang lebih baik.

Penghargaan Rancage, Bak di Tengah Padang Tandus

Umi Kulsum
http://kompas-cetak/

Bukan berita baru lagi jika media mengungkapkan perihal bahasa dan sastra daerah yang makin jauh dari masyarakatnya. Perubahan di segala bidang kehidupan, bagaimanapun, memengaruhi pola pikir dan cara hidup masyarakat, termasuk penggunaan bahasa ibu dalam keseharian. Dan, tidak dapat dimungkiri, lahirnya bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dan bahasa baku dalam teks, baik buku maupun media, membuat peran bahasa daerah semakin kecil.

Ramayana, Cerita yang Tidak Pernah Usang

Judul : Hikajat Seri Rama
Penerbit : Balai Poestaka
Tahun : 1938
Tebal : 256 halaman
Peresensi: Umi Kulsum
http://www2.kompas.com/

RAMA dan Sita (Sinta) merupakan sejoli yang berasal dari epik Ramayana. Dalam proses perjalanan dari negeri asalnya, kedua sosok tersebut telah berubah dari versi aslinya menjadi bentuk cerita yang sarat dengan muatan lokal di mana cerita itu berkembang.