Saatnya Mendiskusikan Teater dan Disabilitas

Wahyu Heriyadi
http://www.lampungpost.com/

Sewaktu di Bandar Lampung, saya adalah penonton teater, baik itu Teater Kurusetra UKMBS, Teater Satu, maupun Kober. Selain menonton, saya pernah menulis resensi atau liputan teater yang dipublikasikan di selebaran pers kampus Fakultas Hukum Universitas Lampung sekitar 2004?2007. Hal yang saya lakukan tersebut adalah sebuah wujud dari apresiasi sebuah pertunjukkan teater yang tidak hanya berakhir di panggung, tetapi juga membawa pengalaman menonton untuk mendiskusikan kembali wacananya. Bahkan, yang lebih mengasyikkan lagi adalah menuliskannya kembali meskipun hanya dalam berkisar 500 kata. Continue reading “Saatnya Mendiskusikan Teater dan Disabilitas”

Perdebatan Hukum dan Sastra

Wahyu Heriyadi *
lampungpost.com

Fiat justitia ruat caelum atau yang lebih dikenal dengan tegakkan hukum walaupun langit runtuh, merupakan kalimat yang sering disebut oleh orang-orang yang berprofesi di bidang hukum.

Laman Wikipedia mencatat kalimat berbahasa Latin tersebut menurut Charler Sumner, politisi Inggris di abad 19, diambil dari epos Lucius Calpurnius Piso Caesoninus (43 SM), epos ini diprasastikan oleh Arian, bukunya Operasi Militer Alexandria mencatatkan drama ini. Continue reading “Perdebatan Hukum dan Sastra”

Sajak-Sajak Wahyu Heriyadi

http://www.lampungpost.com/
Ibu Datang Sekaligus Berangkat Siang Ini

Tadi siang ibu datang dari telepon. Rambutnya kering dengan tangan dan jemari yang hampir jatuh ke halaman. “Waktu, pada kemana sih? Oh ya? Berapa nomornya?” kalimat itu seperti loncat dari baju-bajunya. Hingga ibu tak pernah bisa menyimpan piring di mulutnya. Sebab, ada paragraf tentang sorabi dan gorengan lain-lain berkejaran. Paragraf itu seperti menyusun kembali matanya dari jauh. Continue reading “Sajak-Sajak Wahyu Heriyadi”