Seorang Peranakan yang Suka Berbicara dan Berimajinasi Sendirian

Wawancara dengan Mardi Luhung

Han Gagas *

Saya pertama kali mengenal nama Mardi Luhung -seingat saya- di lembar puisi di koran nasional. Seingat saya dua kali muncul. Nama itu lalu mengambang di kepala saya. Hingga suatu ketika saya menemukan nama itu lagi di lembar cerpen koran nasional yang lain. Karena cerpen adalah bidang penulisan yang saya geluti, saya membaca cerpennya itu, dan saya sedikit bengong akan imajinasinya yang ndladrah-ndladrah, mengalir dan mengocor terus. Saya mulai mengingat nama Mardi Luhung di benak saya. Continue reading “Seorang Peranakan yang Suka Berbicara dan Berimajinasi Sendirian”

Yumelda Chaniago: FFI 2007

Wawancara oleh Yumelda Chaniago (Suara Pembaruan) melalui email.
http://putuwijaya.wordpress.com/

1. Dalam list nominee kategori tata musik 4 di antaranya merupakan musisi yg telah dikenal, hanya satu yaitu Bobby Surjadi yg kurang dikenal.

Dgn komposisi spt itu terkesan juri ffi thn ini berusaha mencari jalan aman, agar tdk tertipu spt juri thn lalu dlm kasus ekskul, shg lebih memilih musisi2 yg punya nama. Bagaimana tanggapan mas Putu? Continue reading “Yumelda Chaniago: FFI 2007”

“Ada kalanya saya marah begitu keras dan adakalanya saya mendekapnya demikian erat!”

Bincang-bincang dengan Wijang Wharek
Han Gagas
http://pawonsastra.blogspot.com/

Aku menyusuri jalan terjauh dibanding selama ini yang pernah kutempuh. Jalan besar dan panjang dengan berbagai kendaraan lalu lalang di kanan kiri. Tubuhku masih agak sakit namun janji adalah janji, aku meneguhkan diri untuk berlanjut, jadwal yang mundur 1-2 jam malah membuatku lebih leluasa menaiki kendaraan. Melewati stadion Manahan di Kota Solo dan terus melaju hingga resort terbesar di Solo, Lor In, motor berbelok sebentar ke belakang kantor Bulog menjemput esais kita, Bandung Mawardi, dibelakang motor saya ternyata Poetri telah melaju dengan pelan, sendiri. Continue reading ““Ada kalanya saya marah begitu keras dan adakalanya saya mendekapnya demikian erat!””

Menulis Puisi Itu Berbahaya!, bincang-bincang dengan Sosiawan Leak

Yudhi Herwibowo, Han Gagas
pawonsastra.blogspot.com

Menemui Sosiawan Leak di rumahnya yang menyudut, lengang, karena agak terpencil menciptakan keintiman yang gayeng. Malam telah turun lebih sempurna, beserta Yudhi Herwibowo, saya menemui di lantai atas rumahnya yang bermotif etnik dan lapang. Sebelumnya seorang putrinya menyalami kami dengan takzim, lalu disusul anak laki-lakinya, disertai sapaan senyuman dari istri profil kita kali ini, perempuan berkerudung yang nampak habis sibuk di sebuah ruangan. Keadaan rumah yang bersih tertata rapi dengan anggota keluarga dan perilakunya yang santun lumayan menggeser persepsi awal saya tentang Mas Leak yang lebih sering nampak kusut dan kurang rapi. Begitulah Leak dimana-mana akan selalu apa adanya. Continue reading “Menulis Puisi Itu Berbahaya!, bincang-bincang dengan Sosiawan Leak”

Wawancara Veronita dari IKJ

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

VERO: Mas Putu sejak kapan mengenal teater?

PW:Di Tabanan, Bali, kota kelahiran saya ada 2 gedung bioskop. Nusantara dan Bali Teater. Nusantara kadang-kadang diubah jadi gedung pertunjukan amal untuk mencari dana. Yang dipertunjukan adalah sandiwara yang berlatar perjuangan revolusi. Latihannya kadang di dekat rumah saya, sehingga waktu kecil saya sudah mulai melihat orang berlatih bersandiwara. Saya senang sekali. Tetapi setiap kali TK saya mengadakan pertunjukan, saya tidak pernah terpilih ikut main.Di gedung NUSANTARA (sekarang jadi took swalayan) itu juga pernah main rombongan sandiwara dari Persari Jakarta, dengan artis-artis seperti raden Mochtar (terkenal dalam film Bengawan Solo). Continue reading “Wawancara Veronita dari IKJ”

Bahasa »