Budi Darma: Lebaran, Bius Primitif untuk Berkorban

Triyanto Triwikromo, Budi Darma
http://www.suaramerdeka.com/

PROFESOR Dr Budi Darma adalah nama penting dalam kebudayaan Indonesia. Selain telah menghasilkan karya-karya utama semacam novel Olenka, Rafilus, Ny Talis, dan kumpulan cerpen Orang-orang Bloomington, sastrawan ini juga telah mendapatkan berbagai penghargaan semacam SEA Write Award (South East Asian Write Award) (1984), Anugerah Seni Pemerintah RI (1993), dan Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden RI (2003). Selain itu pengarang pendiam ini juga pernah mengajar di NTU Australi (Northern Territory University di Darwin), dan NTU di Singapura (Nanyang Technological University), Baca selengkapnya “Budi Darma: Lebaran, Bius Primitif untuk Berkorban”

Joko Pinurbo: Saat Ini Puisi bukan hanya Milik Penyair

Joko Pinurbo, Akmal Nasery Basral
http://www.ruangbaca.com/

?RASANYA saya pernah baca puisi di sini,? ujar Joko Pinurbo perlahan. Pandangan matanya lalu mengembara, menjelajah menembus remang malam, seperti ingin mencocokkan apa yang sedang dilihatnya itu dengan sekeping kenangan: tembok yang beberapa bagiannya mengelupas, halaman terbuka yang dirawat seadanya, dan sejarah panjang rumah itu: kantor majalah kampus Balairung, Universitas Gajah Mada, yang terletak di kawasan perumahan dosen Bulaksumur B-21. Baca selengkapnya “Joko Pinurbo: Saat Ini Puisi bukan hanya Milik Penyair”

Andrea Hirata: Kita dalam Krisis Keteladanan

Triyanto Triwikromo
http://layar.suaramerdeka.com/

FILM Laskar Pelangi ?yang bakal diputar secara serentak di seluruh Indonesia? 25 September diperkirakan akan ditonton jutaan penonton menyusul kesuksesan novelnya yang telah dinikmati oleh lebih dari 1 juta pembaca. Namun sungguh mengejutkan, di tengah kegemuruhan kabar indah itu, Andrea Hirata, sang novelis yang juga telah melahirkan Sang Pemimpi dan Edensor (nominator Khatulistiwa Literary Award 2007), serta Maryamah Karpov Baca selengkapnya “Andrea Hirata: Kita dalam Krisis Keteladanan”

Gus tf Sakai: “Apa yang Saya Tulis Mungkin Saja Omong Kosong”

Wawancara / Gus tf Sakai
http://www.ruangbaca.com/

Tersesat dalam labirin sastra kontemporer Indonesia yang terkotak-kotak, menolehlah sejenak pada Gus tf Sakai. Nun di Payakumbuh, Sumatra Barat sana, penulis prosa dan puisi ini berteguh pada sikapnya; hidup dalam sastra yang melintasi batas apa pun. Agama, ras, suku, bahkan antara yang nyata dan tidak. Baca selengkapnya “Gus tf Sakai: “Apa yang Saya Tulis Mungkin Saja Omong Kosong””

Gus tf Sakai; Dari Payakumbuh Melintas Batas Dunia

Hendra Makmur
http://mediaindonesia.com/

Jika menyadari hidup dalam kampung global, tidak ada relevansinya jika kita mempertentangkan hidup di kota atau di pelosok desa. Lihat saja, dari Payakumbuh, sebuah kota kecil sekitar 150 kilometer di timur laut Kota Padang, Gus tf Sakai mampu menembus sekat-sekat Indonesia bahkan antar negara, melalui sastra. Karyanya berupa novel, cerpen dan puisi menjangkau atmosfer yang luas, bukan sekedar budaya habitatnya, Minangkabau. Baca selengkapnya “Gus tf Sakai; Dari Payakumbuh Melintas Batas Dunia”

Pertunjukan ZERO

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

ZeroERLIS:Saya, bu Melani, dan Pak Sapardi sedang menyusun sebuah penelitian mengenai teater eksperimental, saya diminta untuk membaca dan memahami naskah-naskah drama eksperimental.

Saya sudah menonton teater Zero di Cd, saya tidak terlalu puas karena saya tidak dapat merasakan totalitas sebuah pertunjukan teater. Suasana magis yang dicoba dibangunkan lewat pertunjukan tersebut. Baca selengkapnya “Pertunjukan ZERO”

Aroma Ikan, Amanat dan Komik

Minggu, 20 Apr 2008 Jurnal Nasional

Arie MP Tamba

Penyair Mardi Luhung mencul dengan puisi-puisi bernuansa khas: bau sesetan ikan dan kota tepi laut, Gersik sekitarnya, khususnya pesisir Lumpur Gersik. Mardi Luhung memang berkreasi dengan menunjukkan keakrabannya yang kental atas lingkungan kelahiran dan tempatnya bertumbuh, serta menjadi wilayah kerjanya sampai kini. Berikut obrolannya dengan Jurnal Nasional. Baca selengkapnya “Aroma Ikan, Amanat dan Komik”