Taufiq Ismail: Sistem Pendidikan Sastra Kita Keliru

Pewawancara: Oka Rusmini, Gus Martin
balipost.co.id, 23/3/2003

Di tengah hiruk-pikuk perkembangannya, ternyata sastra Indonesia sesungguhnya masih terasa asing dan sendiri. Kesunyian inilah yang membuat Taufiq Ismail merasa harus turun ke daerah-daerah, sekolah-sekolah, universitas, untuk memperkenalkan kembali karya sastra Indonesia di mata pelajar, bertahun-tahun tanpa lelah. Akhirnya, perjuangan sastrawan ini mendapat perhatian dari Universitas Negeri Yogyakarta. Continue reading “Taufiq Ismail: Sistem Pendidikan Sastra Kita Keliru”

“Kita Kadang Kehilangan Semangat Kebersamaan”

(Wawancara Pawon dengan Izzatul Jannah)
http://pawonsastra.blogspot.com/

Denger-dengarlagi repot ngurus tesis S2 Pikologi UGM? Ada banyak rintangan?

Hmm iya, tahu saja, nih, saya sedang tesis. Kalau bicara rintangan, rintangan itu membuat kita semakin kuat dan bijaksana bukan? Hehe. Yah, rintangannya lebih banyak pada diri sendiri, saya pakai metode fenomenologi, pada fenomeneologi, ada metode bracketing, itu hal paling sulit bagi saya, karena pengalaman peneliti tidak boleh tercampur dengan fenomena yang sedang diteliti, sedangkan saya orang yang selalu terlibat dengan apapun yang saya lakukan… Continue reading ““Kita Kadang Kehilangan Semangat Kebersamaan””

‘Puisi Saya Antitesis Puisi W Haryanto’

Indra Tjahyadi
Pewawancara: R. Giryadi
Suara Indonesia, 20 Sep 2005

Sejak berkenalan dengan W. Hariyanto, Indra Tjahja dimengakui mulai belajar menulis puisi. Energi kreatrf kepenyairannya diakui, selain lewat buku-buku bacaan tetapi lewat perkenalannya dengan penyair W.Hariyanto. Karena tertarik dengan bahasa ungkap puisi W. Hariyanto, Indra berusaha ‘mempelajari’ gaya penulisan W. Hariyanto, dengan mencoba menjadi ‘juru ketik’ puisi-puisi W.Hariyanto. “Tetapi anehnya setelah saya membuat puisi, justru menjadi antitesis dari pemikiran We,” kata Indra kepada R. Giryadi wartawan Suara Indonesia dikediamannya Jl. Potro Agung II/5 Surabaya, Sabtu (20/11). Continue reading “‘Puisi Saya Antitesis Puisi W Haryanto’”

Investasi Generasi Dan Fasilitator Ekspresi

Agus Riadi
Pewawancara: Anjrah Lelono Broto
Jurnal Jombangana, Nov 2010

Sejak dikukuhkan pada tanggal 25 Pebruari 2010 lalu oleh Bupati Jombang, Drs. Suyanto, Dewan Kesenian Jombang (Dekajo) dipercayakan kepemimpinannya kepada sosok Bapak Agus Riadi, S.Sos, M.Si. Sosok pribadi ramah kelahiran Madiun yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jombang ini memang dikenal memiliki antusiasme yang besar kepada geliat seni, terutama kesenian yang berpijak pada nilai-nilai budaya lokal. Continue reading “Investasi Generasi Dan Fasilitator Ekspresi”

Wawancara Sitor Situmorang: “Penandatanganan Manikebu Adalah Tindakan Politik”

Sitor Situmorang (30 Agustus 1999)
Pewawancara: Dwi Arjanto, Hermien Y. Kleden
tempointeraktif.com

BUKAN hanya puisi yang bisa dibicarakan dari seorang Sitor Situmorang. Hidupnya yang banyak dilewatkan dalam pengembaraan di luar negeri dan komitmen politiknya yang menyebabkan ia berada dalam posisi berseberangan dengan banyak seniman Indonesia pada awal 1960-an, semua itu merupakan dimensi yang tak dapat diabaikan dari ketokohannya yang penuh warna. Continue reading “Wawancara Sitor Situmorang: “Penandatanganan Manikebu Adalah Tindakan Politik””

Bahasa »