Yulia Permata Sari
mediaindonesia.com
DI usianya yang senja, novelis Spanyol Ana Maria Matute berhasil memenangkan Cervantes Prize, sebuah kehormatan sastra tertinggi di dunia untuk karya berbahasa Spanyol, belum lama ini. Penulis berusia 85 tahun itu, dianggap sebagai salah satu penulis terbaik Spanyol pasca-Perang Sipil, dengan karya-karya yang sering berpusat pada konflik.
Matute adalah perempuan ketiga yang berhasil menyabet penghargaan itu sejak diciptakan pada 1974. Maria Zambrano asal Spanyol dahulu menerima penghargaan itu pada 1988, disusul oleh penulis Kuba Dulce Maria Loynaz pada 1992. Continue reading “Ana Maria Matute, Penulis Terbaik Spanyol Pasca Perang Sipil”
