Teks, Konsekuensi, dan Kebenaran

Zakki Amali*
http://www.jawapos.com/

Mitologi hukum karma selalu berlaku dalam kehidupan ini. Siapa menaman, dia menuai. Demikian halnya dalam menulis, siapa menulis dia menuai efeknya. Penulis mau tidak mau akan bersinggungan dengan realitas pembaca. Ketika teks dilempar, maka efek akan muncul.

Pisau analisis untuk membedah fenomena itu dapat mengacu pada formula: kematian penulis (author). Penulis telah mati. Artinya, buah karya penulis, secara lahir dan batin adalah milik khalayak. Melenceng atau tidak penafsiran pembaca atas teks itu sepenuhnya tidak bersangkut-paut terhadap pribadi penulis. Continue reading “Teks, Konsekuensi, dan Kebenaran”

Menggairahkan Sastra di Kudus

Zakki Amali
ttp://cetak.kompas.com/

Waktu terus berlari, siapa pun yang tidak mampu mengimbangi laju waktu akan tertinggal. Tertinggal oleh waktu akan menjadikan manusia sebagai obyek, bukan subyek. Padahal, untuk dapat survive, manusia harus menjadi subyek atas waktu, mengelola dan mengolah waktu agar harapan tercapai. Paradigma inilah yang akan menggairahkan kembali kehidupan sastra di Kudus. Continue reading “Menggairahkan Sastra di Kudus”