Posted by PuJa on October 28, 2008
BALADA GAGAK RIMANG _ Pada jelaga paling hitam, Gusti Sandang lelakon telah semayam Biar nanti malam bintangku ketawa lantaran pentil mempelam jatuh tengah hari mengusik tidurku di kerakal jalanan desa
Filed under: Balada
Posted by PuJa on
Fahrudin Nasrulloh Suara Merdeka, 15 Juli 2007 Salah satu keistimewaan ketika mengunjungi Yogya adalah menelisik toko-toko buku yang tersebar di sejumlah tempat. Ada T.B. Social Agency, T.B. Diskon Toga Mas, T.B. Tiga Serangkai, T.B. Gramedia dan komplek toko buku Taman Pintar yang bersebelahan dengan Taman Budaya dan benteng Vredeberg, dan lain-lain. Namun sekarang untuk mencari [...]
Filed under: Esai
1 Comment »
Posted by PuJa on
http://www.lampungpost.com/ Judul: Post-Kolonialisme Indonesia, Relevansi Sastra Penulis: Prof. Dr. Nyoman Kutha Ratna, S.U. Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta Cetakan: I, Februari 2008 Tebal: xii + 450 halaman Peresensi: Fatkhul Anas
Filed under: Resensi
Posted by PuJa on October 27, 2008
S. Jai http://ahmad-sujai.blogspot.com/ Keluarga adalah titik batas paling rumit, sekaligus pertarungan menakjubkan antara kepentingan pribadi dan masyarakat. Sulitnya perjuangan membebaskan pikiran dan kenyataan bahwa apa yang dimakan anggota keluarganya bukan hasil korupsi.
Filed under: Naskah Teater
Posted by PuJa on October 26, 2008
Maman S. Mahayana http://mahayana-mahadewa.com/ Sastra adalah catatan sebuah kesaksian atas satu atau serangkaian peristiwa yang terjadi pada saat dan zaman tertentu. Sebagai sebuah kesaksian, sastra boleh jadi sekadar mencatat segala peristiwa itu tanpa pretensi. Atau, mungkin juga ia mencoba melakukan pemaknaan atas hakikat di balik peristiwa itu.
Filed under: Esai
Comments Off
Posted by PuJa on
Rahmi Hattani* pustaka_pujangga@yahoo.com Aku berjalan di bawah remang-remang cahaya. Bahuku sengaja kubiarkan terbuka mengkilap, terkena sorot lampu jalanan kota. Aku melangkahkan kaki di jalan yang mulai sepi kendaraan. Panjang rambutku melambai-lambai ditiup angin. Dinginnya udara wengi sama sekali tidak membuatku terganggu. Justru malamlah yang membuatku mengerti kehidupan. Akan makna kepahitan. Dan bersama malam pula, aku [...]
Filed under: Novel
Posted by PuJa on
Grathia Pitaloka http://jurnalnasional.com/ Tema kedaerahan pernah mendapatkan tempat penting dalam dunia prosa Indonesia. Karya-karya prosa Indonesia pernah begitu bergairah menjadikan warna lokal sebagai tema besar. Tengok saja, Upacara (1978) karya Korrie Layun Rampan, Makrifat Daun, Daun Makrifat (1977) karya Kuntowijoyo, Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer, Burung-burung Manyar (1981), dan Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi* http://pustakapujangga.com/?p=195 Memahat lembaran kertas dengan pena yang tumpul, sengaja dibiarkan batu-batu waktu berguguran di kaki-kaki pilu (XX: I). Sebentar terseka keringat, lantas bayu mengobarkan rasa, menjilati langit memanggang sang surya, dan putri bulan mengamati penuh gusar (XX: II).
Filed under: Puisi
Comments Off
Posted by PuJa on
Sutejo http://thereogpublishing.blogspot.com/ Abu Nashr Al Mikali mengatakan, “Pada suatu hari kami membincangkan berbagai tempat rekreasi (paling indah), sedang Ibnu Duraid hadir bersama kami. Sebagian orang berkata, “Tempat yang paling indah adalah lembah yang berada di Damaskus.” Sementara, yang lain berkata, “Tempat yang paling elok adalah sungai Ubullah.” Yang lainnya berkata, “Sughdu Samarkand.” Yang lainnya berkata, [...]
Filed under: Canting