Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=99
(I) Pada ketinggian uap di bawah naungan cahaya,
ruang penuh butiran embun berjatuhan ke muka samudera;
sebelum ombak renung melambai ke tlatah akhir jamannya.
(II) Datang waktunya, ia bersila di pusaran air mata air,
tiada kecipak, hanya bayu pemilik waktu menyisir permukaan. Continue reading “BALADA TAKDIR TERLALU DINI”
