Sketsa, Syrup, Syahwat

S.Jai

PAGI hari di halaman belakang sebuah rumah kontrakan. Separuh matahari mengintip di balik salah sebuah bangunan. Tertahan tiang-tiang jemuran. Lantas cahayanya lepas.
Terdengar kokok ayam jantan. Suara kecipak air dari bak di bibir sumur. Perempuan Kunti membilas pakaian. Siaran radio. Berita aksi demo menolak kenaikan BBM.
Suara perempuan Kunti menggergaji ranti kayu, memecahkan siaran berita radio. Tubuh Kunti melintas lalu bersimpuh menyalakan api di tungku. Api membara. Gelomban siaran berita radio digeser musik hiburan. Mengalun sepotong lagu dangdut. Continue reading “Sketsa, Syrup, Syahwat”

Nyanyian Matahari

Hudan Hidayat
korantempo.com

Saat Tuhan sembunyi dalam dunia yang berteka-teki, manusia melayani teka-teki Tuhan dengan kesadaran yang membelah dirinya: ia menghidupkan hatinya dan mengembangkan akalnya. Dengan akalnya ia mengolah dunia empirik. Dengan hatinya ia mengolah iman. Begitulah dua kesadaran yang membelah dunia. Sampai kesadaran itu memisahkan dirinya: menjadi sepenuhnya akal. Dan orang pun sampai pada atheisme. Continue reading “Nyanyian Matahari”

Bahasa ยป