Posted by PuJa on December 26, 2008
Nurel Javissyarqi* http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/ Angan yang tampak menarik kabut, bermuatan ruh dari bahasan. Tentu mengambilnya pelahan, agar tak tercecer di tengah penulisan. Judul di atas tercetus, sedari pantulan bukunya Naomi Wolf; Mitos Kecantikan. Di sini saya menggregeti pandangan, dari sekian jarak pemotretan yang terhampar-lapang.
Filed under: Esai
1 Comment »
Posted by PuJa on December 21, 2008
Putu Wijaya http://putuwijaya.wordpress.com/ Pengantar Wibisono Sastrodiwiryo: Cerpen ini dibawakan dalam monolog oleh Putu Wijaya pada malam Anugrah FTI Award 2007 Banyak yang tidak bisa diatasi oleh ilmu kedokteran. Bagaimana pembuahan di luar rahim, dalam bayi tabung, dipastikan akan menumbuhkan janin ketika dicangkok ke rahim ibu? Virus influenza, HIV, flue burung sampai sekarang masih dicari obatnya. [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Maman S Mahayana http://mahayana-mahadewa.com/ Jika diyakini sastra sebagai ruh kebudayaan, maka sastra sesungguhnya dapat digunakan sebagai salah satu pintu masuk memahami kebudayaan sebuah bangsa. Bagaimanapun juga, sastra merupakan representasi kegelisahan sastrawan. Ia lahir dari proses yang rumit pengamatan, pencermatan, pengendapan, dan pemaknaan sastrawan atas kehidupan ini. Lebih khusus lagi, atas fenomena tindak berkebudayaan sebuah komunitas [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Asef Umar Fakhruddin http://www.lampungpost.com/ Sejarah membuktikan, teks sastra mempunyai kekuatan dahsyat dalam kehidupan. Pahatan-pahatan aksara para sastrawan membuat pembaca tercerahkan. Untuk mengetahui kedahsyatan teks sastra–yang mewujud dalam karya sastra–kita bisa membaca novel karya Gabriel Garcia Marquez, Cien Anos de Soledad (1967). Novel ini berkisah tentang kepahlawanan keluarga Kolombia.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Heru Kurniawan http://www.lampungpost.com/ APA yang ingin saya diungkapkan ini mengenai paradigma pemahaman sastra sufi dilihat dari fondasi Islam dan epistemologi sastra. Penggabungan keduanya, menurut saya, akan menghasilkan suatu paradigma sastra sufi yang logis. Sekalipun pengertian ini bersifat analogis, tetapi dapat dijadikan sebagai perspektif dalam memosisikan sastra sufi, yang sampai saat ini paradigmanya masih rancu karena [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
J.J. Rizal http://majalah.tempointeraktif.com/ Cerita Pram ini jauh menonjol dari naskah mana pun yang mampu memaksa kita menimbang kembali berbagai anggapan, pendapat, serta klise tentang revolusi dan ide kebangsaan serta perkaitannya dengan pemuda. “REVOLUSI itu persis orang membakar sampah. Ia bukan sekadar membuang, melemparkan, dan menabun semua yang kotor, juga tak berguna.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Parakitri T. Simbolon http://majalah.tempointeraktif.com/ TIDAK SULIT membicarakan pergerakan kebangsaan kita menurut kajian sarjana asing. Pilihan sangat banyak, baik dalam bentuk, cakupan kurun waktu, maupun sudut pandang. Yang sulit adalah menemukan satu-dua perkara yang terus mengusik rasa ingin tahu setelah selesai membaca sejumlah kajian, sendiri-sendiri ataupun serangkaian, ibarat seutas benang merah yang menjelujuri permasalahan gerakan kebangsaan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Asvi Marwan Adam* http://majalah.tempointeraktif.com/ MAKNA diperingatinya suatu peristiwa menurut Mona Ozouf adalah menunjukkan bahwa kita masih tetap sama seperti dulu dan akan tetap seperti itu pada masa mendatang. Sejarawan Prancis itu berbicara tentang fungsi pengawetan peristiwa bersejarah. Namun peringatan kebangkitan nasional justru sengaja dilakukan secara intensif pada saat-saat bangsa kita mengalami kesulitan besar. Ketika Indonesia [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Judul buku : De Winst: Sebuah Novel Pembangkit Idealisme Penulis : Afifah Afra Penerbit: Afra Publishing, Surakarta Cetakan : I, 2008 Tebal : 336 halaman Peresensi: Misbahus Surur* http://media-sastra-nusantara.blogspot.com/
Filed under: Resensi