Posted by PuJa on January 30, 2009
http://m-faizi.blogspot.com/ PATAPAN-NUSANTARA Ke lengkung langit timur tengah malam, saat jemari para pahlawan mengusap ubun-ubun Nusantara di muka bumi ujung gerigi ulir bintang mengukir gugusan rejang rajah tapak kaki peziarah aku datang, Patapan pejalan ribuan mil ke tanah silam
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
http://sastrakarta.multiply.com/ PUISI PAGI SEORANG PENGANGGUR Tuhanku hari ini tak ada yang tercatat dalam buku tak ada ruang terbaik buat menunggu tak pernah lagi hari-hari kuhitung batu-batu lelap menatap lewat jendela yang terbuka terdengarlah senantiasa teriakan-teriakan gemuruh roda-roda kehidupan
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
http://www.kompas.com/ JALANG MENJALAR engkau adalah sungai jalang yang biarkan ku berenang liar dalam kecipakmu kian menjalar
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
http://www.kompas.com/ Lapindo Satu : bude Umi dua ramadhan sudah berlalu ini ramadhan ke tiga adakah gema takbir di ujung sana?
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
Sumber, http://budhisetyawan.wordpress.com/ BERALAS SAJADAH KUTULIS PUISI timpuh di sajadah kutulis sajak tentang pelacuran, pornografi dan kehidupan malam.
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
http://ahmadmuchlishamrin.multiply.com/ AKU INGIN BERGURU, UMBU -kepada umbu landu paranggi a/ umbu, pada laut yang menyimpan maut aku ingin bertanya muasal pasang dan surut pada mata sedalam laut kutangkap ikanikan bersisik lumut;
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
Haris del Hakim http://sastragerilyawan.blogspot.com/ Kastumiun menambatkan perahu di batang trembesi sebesar lengan, menjejakkan kaki di bibir perahu, melompat ke atas pematang tambak, melihat tambak yang berair keruh dan ikan-ikan bandeng timbul tenggelam; sesekali bagian perut ke atas, berusaha menyelam lagi, timbul lagi. Ikan-ikan dalam keadaan seperti itu memenuhi separuh permukaan tambak.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Humam S Chudori http://www.republika.co.id/ Antara percaya dan tidak saya membaca suratkabar yang memuat nama-nama calon jamaah haji yang wafat di tanah suci. Bukan lantaran nama ibu saya ada di sana. Melainkan karena berita itu menyebutkan ibu meninggal akibat sakit parut-paru. Sebagai salah seorang anaknya, saya tahu persis ibu tidak pernah mengidap penyakit paru-paru. Namun, setelah [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Rakhmat Giryadi http://sastraapakah.blogspot.com/ Ketika menjejakkan kaki di jalan beraspal ini, aku membayangkan ibu yang wajahnya mulai dirambati garis-garis ketuaan yang tegas. Seorang ibu yang barangkali hanya duduk termenung sambil menunggu waktu pagi berubah malam. Seorang ibu yang kesepian. Seorang ibu yang tidak tahu dimana alamat anaknya yang puluhan tahun lalu pergi kemudian tak segera kembali.
Filed under: Cerpen