Gde Agung Lontar
Gadis kecil itu bernama Nirina. Usianya mungkin 8 atau 9 tahun. Wajahnya tirus, putih kepucatan, dengan tatap mata yang sayup. Tetapi, ia suka tersenyum. Dan ketika itu, tatapannya jadi berbinar seperti matahari di cerah pagi hari. Ia duduk di kursi roda yang dapat dilipat, yang disepuh krom mengilat, dengan tempat duduk kulit yang dilapis sebantal tipis. Sepasang kakinya kecil, dan lumpuh. Kata dokter, ia mengidap polio. Sudah berbilang tahun. Continue reading “Kupu-kupu Kawat”
