Teguh Winarsho AS
kompas.com
“IA belum datang!” Rasto mendengus. Malam gelap tanpa bintang dan langit cuma bentangan kain hitam. “Baiklah, baiklah, aku akan menunggunya!” Rasto menyandarkan punggungnya pada tiang listrik. Matanya merah. Sementara jalan di depannya telah sepi sejak satu setangah jam lalu. Continue reading “Dua Laki-Laki”
