M o d a r

Eko Hartono
http://www.suarakarya-online.com/

“Timan jatuh dari pohon!” Kabar itu menggema ke seantero kampung. Orang-orang berhamburan dan bergegas ke rumah Timan. Ingin tahu yang sebenarnya. Seakan mereka tak percaya tentang kabar yang tersiar itu. Bagaimana mungkin Timan bisa jatuh? Bukankah dia terkenal pintar memanjat? Setinggi apa pun pohon berani dipanjatnya. Tak heran, dia dijuluki Timan Munyuk yang artinya Timan monyet! Continue reading “M o d a r”

Natal Sudah Lewat

Aris Kurniawan
http://www.suarakarya-online.com/

Rumah ini kembali sepi. Tak ada lagi jerit anak-anak berebut mainan. Tak ada lagi ceceran susu dan serakan bungkus bekas makanan di lantai. Semua telah kembali tertata rapi. Warti sudah mengepelnya bersih-bersih, menggulung karpet dan menyimpannya di gudang. Continue reading “Natal Sudah Lewat”

Serat Rengganis

Gunawan Maryanto
jawapos.com

RENGGANIS bisa terbang bukan hanya karena ia doyan sari kembang, tapi juga tubuhnya demikian ringan. Putri mantan raja Jamineran itu tak ubahnya seekor kupu-kupu; cantik dan rapuh dalam satu waktu. Tapi juga sakti; ia bisa masuk ke taman Banjaran Sari tanpa seorang pengawal pun menyadari. Continue reading “Serat Rengganis”

SASTRA INDONESIA SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA

Maman S. Mahayana *

Ketika Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, menegaskan pernyataan sikap para pemuda Indonesia: “bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia; berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia, saat itulah identitas etnis diwakili Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Continue reading “SASTRA INDONESIA SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA”

Pengarang Indonesia dan Dunia yang Terbuka

Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

USAI Idul Fitri 2007 lalu Pemrov DKI Jakarta kembali merazia kaum urban baru, seakan menegaskan lagi “ketertutupan” Jakarta bagi mereka. Tetapi bagi kaum pengarang hal itu kini tidak penting-penting amat. Mau terbuka atau tertutup Jakarta bukan lagi yang memiliki fasilitas terlengkap dan oleh karena itu harus diserbu. Dunia telah berubah. Juga Tanah Air, berkat kemajuan teknologi informasi-komunikasi. Continue reading “Pengarang Indonesia dan Dunia yang Terbuka”

Bahasa ยป