LUDRUK, KEMERDEKAAN DAN PERLAWANAN

S Yoga *
surabayapost.co.id

“Bekupon Omahe Doro, Melok Nipon Soyo Sengsoro”.

Begitulah kidungan Cak Durasim, pendiri Ludruk Organizatie (LO) di zaman perjuangan, yang berhasil membangkitkan rasa tidak senang rakyat terhadap Jepang, hingga masuk bui, disiksa tentara Jepang, dan akhirnya meninggal di penjara. Dari fenomena ini, kita tahu bahwa ludruk, sebenarnya merupakan kesenian perlawanan di masa penjajahan, baik itu di masa kolonial Belanda maupun Jepang. Continue reading “LUDRUK, KEMERDEKAAN DAN PERLAWANAN”

Kebudayaan Kita Makin Tergusur

Matroni A. el-Moezany
http://www.lampungpost.com/

Sebuah persoalan dalam bidang budaya yang masih mendesak pemahaman kita ialah mengapa kebudayaan Indonesia sejak 1980-an berada dalam keadaan kurang mengembirakan, ia makin tergeser, tergusur, dan tersingkir dari pusat dan puncak perhatian dan kesibukan kita sehari-hari. Ini memang bukan persoalan baru dan memang sudah ramai diperbincangkan pada awal 1980-an, tapi setiap ada yang mempertanyakan apa yang kini harus diperhatikan dalam sebuah kebudayaan Indonesia, saya cendrung menunjuk pada tidak lagi mementingkan kebudayaan sebagai problematika terpenting. Continue reading “Kebudayaan Kita Makin Tergusur”

Gaza, Dunia di Rembang Petang

Otto Sukatno CR *
kr.co.id

DUNIA ini notabene dihuni sekitar tiga miliar manusia. 12 Juta di antara dari mereka-kurang dari setengah persen-diklasifikasi sebagai bangsa Yahudi (Israel). Secara statistik, mereka sebenarnya hampir tidak teramati. Tetapi bangsa Israel justru betul-betul dikenal, di luar proporsi dengan jumlah mereka yang kecil. Tak kurang dari 12 persen dari semua hadiah Nobel di dalam bidang fisika, kimia dan kedokteran telah jatuh ke tangan orang-orang Israel. Kontribusi Israel pada daftar nama-nama besar dunia di bidang agama, sains, sastra, musik, keuangan, dan filsafat amat mencengangkan. Continue reading “Gaza, Dunia di Rembang Petang”

Bahasa ยป