Raudal Tanjung Banua
jawapos.com
SIANG itu, di masa laluku yang seliar ikan-ikan, aku sedang memandang gugusan awan yang bergelantungan di langit, dan tiba-tiba aku merasakannya serupa kawanan ikan yang berenangan hingga ke batas cakrawala. Makin lama makin banyak, berarak seperti digiring tangan gaib penguasa lautan; yang kecil-kecil liar, yang besar-besar bergerak lamban, dan semuanya berkumpul di timur laut, di atas sebuah tempat yang sebentar lagi akan dibasuh deras hujan. Continue reading “DUA KOTA IKAN”
