DUA KOTA IKAN

Raudal Tanjung Banua
jawapos.com

SIANG itu, di masa laluku yang seliar ikan-ikan, aku sedang memandang gugusan awan yang bergelantungan di langit, dan tiba-tiba aku merasakannya serupa kawanan ikan yang berenangan hingga ke batas cakrawala. Makin lama makin banyak, berarak seperti digiring tangan gaib penguasa lautan; yang kecil-kecil liar, yang besar-besar bergerak lamban, dan semuanya berkumpul di timur laut, di atas sebuah tempat yang sebentar lagi akan dibasuh deras hujan. Continue reading “DUA KOTA IKAN”

Perempuan Senja

Indrian Koto
suarakarya-online.com

Perempuan itu selalu muncul saat siang merasa kalah. Tepat ketika matahari mulai tenggelam dan segalanya berwarna hitam. Dia hadir begitu saja dari ujung cakrawala. Sesekali dia muncul di antara barisan burung camar dan gumpalan awan. Tak jarang dia hadir ketika sampan-sampan nelayan bersandar di bawah pohon ketapang. Barangkali juga dia tercipta dari butiran pasir dan buih-buih. Continue reading “Perempuan Senja”

Cemara

Tutyk Tarukan

Beranda

‘MARA, ayo cepat packing. Kita turun gunung hari ini, cuaca sedang tidak baik,” kata Ramon. Dengan segera aku memasukkan barang-barang ke dalam ransel. Juga tenda doom warna ungu dan biru ini segera aku lipat. Angin bertiup begitu kencang, jaket parasut ini sungguh berguna, mudah-mudahan tidak hujan. Continue reading “Cemara”

Bahasa ยป