Apresiasi Atas Kreasi Puisi Penyair Lekra

Sekitar Prahara Budak Budaya (5)

A. Kohar Ibrahim

Home

SAYA kira memang iya, bahwasanya apresiasi seni dan sastra tak lepas dari kepentingan dalam segala ragam dan format atau skalanya. Kepentingan orang perseorangan, sepasangan, golongan atau kelompokan, faksi, gundukan, kawanan atau klik . Kepentingan itu bisa saja macam kepentingan rasa kepuasan, kepentingan ideologi, politik dan ekonomi ataupun gabungan dari padanya. Continue reading “Apresiasi Atas Kreasi Puisi Penyair Lekra”

Monolog Hujan

Fina Sato
http://pr.qiandra.net.id/

Percakapan Awal: Surat Tanpa Alamat

Pintu-pintu tahun bersibak seperti pintu-pintu bahasa, menuju entah. Semalam kau bertutur kepadaku: esok, kita musti menemukan isyarat-isyarat, mengurai lanskap, merancang rencana di halaman ganda. Esok, kita mesti menemukan, sekali lagi (1). Continue reading “Monolog Hujan”

Dekrit

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Seorang bapak punya kesulitan besar ketika hendak mati. Ketiga anaknya ternyata tidak punya kesepakatan terhadap warisan. Yang pertama ingin menjual habis seluruhnya.

?Sawah, tegalan, kebun kelapa, hutan jati dan tambak lele sudah tidak cocok lagi dengan kita,?katanya. ?Kita bukan petani lagi meskipun Bapak orang tani. Kami semua bukan tarzan tapi wiraswastawan. Kalau dipaksa bertani, kita akan bangkrut. Jual semua, kita perlu kapital untuk bersaing dalam era industri. Continue reading “Dekrit”

Bahasa ยป