Puisi, Ekspresi dan Kesadaran Kolektif Personal

Indra Tjahyadi *
suarakarya-online.com

Dapat dikatakan, bahwa puisi merupakan sebentuk ekspresi, yang meskipun teramat sangat bersifat individual, acapkali, entah sifatnya mengkritisi atau mempertegas, masih saja terikat dengan solidaritas kesadaran kolektif personal. Hal ini seperti yang dapat dilihat pada puisi-puisi yang terkumpul dalam kumpulan puisi “Duka Atjeh Duka Bersama” (Dewan Kesenian Jawa Timur & Logung Pustaka, 2005), seperti contohnya pada puisi karya Bonari Nabonenar yang berjudul

“Tragedi Bangsa Pemabuk”: Continue reading “Puisi, Ekspresi dan Kesadaran Kolektif Personal”

Perbandingan Cerpen “Kiamat Kecil di Sempadan Pulau” dan “Cinta Ibu”

Dr Junaidi SS MHum
http://www.riaupos.com/

Ketika saya membaca cerpen yang terhimpun dalam buku Pipa Air Mata Cerpen Pilihan Riau Pos 2008, terbitan Yayasan Sagang tahun 2008, saya menemukan dua cerpen yang menarik untuk dibandingkan. Cerpen pertama berjudul “Kiamat Kecil di Sempadan Pulau” karya Fakhrunnas MA Jabbar dan yang kedua berjudul “Cinta Ibu” karya Hary B Kori’un. Cerpen lain yang terdapat dalam buku ini sebenarnya sangat menarik juga untuk dibincangkan. Namun demikian, tulisan singkat ini hanya akan membahas kedua cerpen tersebut. Continue reading “Perbandingan Cerpen “Kiamat Kecil di Sempadan Pulau” dan “Cinta Ibu””

Para Ahli Kubur dari Jombang

Emha Ainun Nadjib*
http://www.tempointeraktif.com/

Tulisan ini saya bikin dengan asumsi dasar bahwa para pembaca percaya ada Allah dengan kekuasaan-Nya. Di salah satu tayangan televisi, muncul seorang kiai dengan nasihat sangat bijak, kurang-lebih begini: “Jangan minta kepada Ponari, Ponari itu makhluk. Jangan minta kepada batu, batu itu makhluk. Jangan berlaku syirik sehingga menjadi manusia musyrik. Mintalah Khaliq, Allah Swt….” Continue reading “Para Ahli Kubur dari Jombang”

Mono

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

Pada suatu hari di abad ke-7, dua orang Madinah bertengkar. Yang satu Muslim dan yang satu lagi Yahudi. Yang pertama mengunggulkan Muhammad SAW ?atas sekalian alam?. Yang kedua meng?unggulkan Musa. Tak sabar, orang Muslim itu menjotos muka Si Yahudi. Continue reading “Mono”

BELAJAR MENULIS DARI INTAN PARAMADITHA

Sutejo
Ponorogo Pos

Anda kenal dengan Intan Paramaditha? Wah, rugi jika tidak mengenalnya. Seorang perempuan cantik, cerdas, otak encer, pandai menulis, dan latar belakang pendidikan yang menyakinkan: sastra Inggris UI kemudian mengabdi di almamaternya. Jika anda penasaran, carilah kumpulan cerpennya yang berjudul Sihir Perempuan (KataKita, 2005). Bagaimana background perjalanan proses kreatifnya? Yang jelas masih muda, dia lahir 15 November 1979 di Bandung. Continue reading “BELAJAR MENULIS DARI INTAN PARAMADITHA”

Bahasa »