Benang Merah Perkembangan Sastra Ide

Lies Susilowati
suarakarya-online.com

Ketika massa nekrofilis (pencinta kematian) sedang memenuhi jalan raya di negeri ini, diam-diam di toko buku dan perpustakaan telah tersedia buku-buku tentang Marxisme dalam bahasa Indonesia.

Di samping itu, buku-buku Tan Malaka diterbitkan juga dalam bahasa Indonesia masa kini.

Yang lebih menyenangkan, disamping Marxisme, ada juga terjemahan Indonesia buku-buku mengenai eksistensialisme. Nietzsche memasuki dunia pustaka kita dalam bentuk buku berbahasa Indonesia. Continue reading “Benang Merah Perkembangan Sastra Ide”

Ramayana, Cerita yang Tidak Pernah Usang

Judul : Hikajat Seri Rama
Penerbit : Balai Poestaka
Tahun : 1938
Tebal : 256 halaman
Peresensi: Umi Kulsum
http://www2.kompas.com/

RAMA dan Sita (Sinta) merupakan sejoli yang berasal dari epik Ramayana. Dalam proses perjalanan dari negeri asalnya, kedua sosok tersebut telah berubah dari versi aslinya menjadi bentuk cerita yang sarat dengan muatan lokal di mana cerita itu berkembang. Continue reading “Ramayana, Cerita yang Tidak Pernah Usang”

Latar Indonesia dalam Karya Sastra Tionghoa

I Nyoman Suaka

Beranda

Karya-karya kesusastraan peranakan Tionghoa di era tahun 1920-an, kini bangkit kembali dan banyak beredar di pasaran. Bahkan tidak canggung-canggung, buku sastra itu terbit berseri (jilid satu sampai delapan) yang bertajuk ”Sastra Melalui Peranakan Tionghoa”. Buku itu membicarkan tentang karya sastra kaum penulis Tionghoa tempo dulu. Anehnya, ketika karya sastra itu terbit pertama kali, pernah dijuluki sebagai bacaan picisan, murahan dan bermutu rendah. Akibat julukan itu, maka hasil kesusastraan peranakan Tionggoa tergolong bacaan liar. Mengapa demikian? Continue reading “Latar Indonesia dalam Karya Sastra Tionghoa”

Bahasa ยป