Nelson Alwi
http://jurnalnasional.com/
DIA bukan modin. Tapi sepengetahuan orang-orang, kepeduliannya pada musala di kompleks perumahan di mana kami bermukim, melebihi loyalitas seorang modin atau penjaga rumah ibadah mana pun.
Biasanya, antara pukul sembilan dan sepuluh pagi, dengan handuk kecil tersampir di pundak, dia sampai di musala. Tenang-tenang dia singkapkan pintu dan jendela rumah ibadah itu. Tenang-tenang pula dia buka gudang perkakas. Kemudian, ada-ada saja yang dia kerjakan?tergantung cuaca dan, mungkin juga, merupakan kebijakan atau kemauannya belaka. Continue reading “Lelaki Terpuji Itu”