Politisasi Media Sastra

Binhad Nurrohmat
http://www.sinarharapan.co.id/

Pluralitas media komunikasi sastra sama sekali bukan indikator dominan bagi munculnya kehebatan inovasi karya sastra dan singularitas media komunikasi sastra juga sama sekali bukan tanda adanya bencana kejumudan mutu sastra.

Pluralitas media komunikasi sastra akan memberi ruang lebih luas bagi usaha publikasi karya sastra tapi tak selalu menjamin adanya usaha eksplorasi mutu sastra yang lebih jauh dan luas. Sedangkan singularitas media komunikasi sastra kadang justru bisa menciptakan kompetisi bersastra yang liat dan mampu memunculkan maestro-maestro sastra sekaligus melahirkan para ?pecundang? sastra yang tersingkir karena tak bisa memenangi kompetisi kreatif yang ketat. Continue reading “Politisasi Media Sastra”

MELEBURKAN RUANG WAKTU DUNIA PUITIK*

Nurel Javissyarqi*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Inilah gagasan peleburan, demi mencapai keuniversalan makna.
Berbincang mengenai ruang, mau tidak mau menyoal ukuran, bentuk, warna dalam tampakan. Lantas ditariknya sebagai saksi. Menjadi saksi bisu jika tak memiliki waktu.

Ketika membahas waktu, pelaku dihadapkan panjang-pendeknya masa, menggebu-terlena, kejumudan atau hal biasa. Dan ruang itu semacam kata, angka, lebar, lonjong pula bulatan. Sedangkan waktu ialah ruh daripada ruangan. Continue reading “MELEBURKAN RUANG WAKTU DUNIA PUITIK*”

Bahasa ยป