Heru Kurniawan *
lampungpost.com
Menurut Ricoeur dalam bukunya Interpretation Theory: Discourse and Surplus Meaning, Tradisi Posivistik-Logis telah menciptakan pembedaan antara makna eksplist dan makna implisit yang diperlakukan sebagai perbedaan antara bahasa kognitif dan emotif yang dalam tradisi strukturalisme disebut juga dengan makna denotasi dan konotasi. Persoalannya adalah di manakah makna karya sastra meletakan paradigma filosofisnya? Continue reading “Eksistensialisme Makna Karya Sastra”
