Cinta, Sastra, dan Kita

Matroni El-Moezany
sinarharapan.co.id

Cinta tak lain adalah sebuah reaksi kimia tubuh yang segalanya bisa diterangkan sebagai persoalan senyawa kimia. Belakangan ini para ilmuwan semakin tertarik menerangkan perasaan manusia sebagai gejala kimia biologi.

Bukan lagi gejala jiwa atau psike. Sesungguhnya ini sangat kontroversial. Tren penemuan-penemuan belakangan ini menunjukkan bahwa yang selama ini dianggap sebagai jiwa dalam bentuk sifat, perasaan, perilaku ini dapat dikendalikan bahkan diubah melalui manipulasi hormon dan senyawa kimia otak. Continue reading “Cinta, Sastra, dan Kita”

Redesain Seni-Budaya Jatim

Mohamad Ali Hisyam
surya.co.id

Seni dan budaya memang erat dan senapas dengan pengembangan pariwisata daerah. Terlebih untuk simbol kebudayaan yang selama ini menjadi ikon utama Jawa Timur, semisal seni ludruk, tari topeng dan sapeh sono? Madura, hingga reog Ponorogo.

ADA sejumlah agenda krusial yang harus segera direalisasikan, baik di sektor ekonomi, politik, keamanan, hingga sosial-budaya. Publik Jatim masih ingat dengan jargon strategis yang pernah digencarkan pasangan cagub-cawagub dalam kampanye mereka. Continue reading “Redesain Seni-Budaya Jatim”

Dekonstruksi Sastra Pesantren, Menuju Islam Inklusif

Wiwik Hidayati
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

Belakangan ini, banyak pemikir Islam dari halaqah (majlis ta?lim) di masyarakat, terutama aktivis kampus dan aktivis pesantren yang menyuarakan gagasan baru dan sistem penafsiran baru terhadap ajaran Islam, khususnya ilmu kalam. Kelompok ini terang-terangan menghantam ajaran teologi Asy?ariyah, ajaran yang banyak dianut warga NU. Continue reading “Dekonstruksi Sastra Pesantren, Menuju Islam Inklusif”

In Memoriam: Si “Superhilang…” Kini Telah Tiada

Isbedy Stiawan Z.S.
lampungpost.com

Dunia sastra Indonesia kembali kehilangan salah seorang sastrawan terbaiknya. Hamid Jabbar meninggal saat mengisi Pentas Orasi Seni dan Budaya di Universitas Islam Negeri (UIN–dulu IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Sabtu malam (29-5), bersama Jamal D. Rahman, Putu Wijaya, Frans Magnis Suseno, dan Frangky Sahilatua. Acara itu sendiri merupakan rangkaian Dies Natalis ke-2 UIN. Continue reading “In Memoriam: Si “Superhilang…” Kini Telah Tiada”

Estetika Lokal dalam Sastra Kita

Neli Triana
kompas.com

Ketika Sutardji Calzoum Bachri berkumpul dengan Ahmad Tohari, dibumbui kehadiran tokoh-tokoh sastra seperti Hamsad Rangkuti, Taufik Ikram Jamil, Melani Budianta, Budi Darma, dan Gus tf Sakai, perang karya sastra rupanya seru untuk diikuti.

Bukan perang fisik yang membuat dada berdegup kencang, melainkan diskusi seru tentang estetika lokal dalam karya sastra Indonesia. Diskusi ini merupakan rangkaian acara dalam Kongres Cerpen Indonesia IV di Pekanbaru, 26-30 November 2005. Continue reading “Estetika Lokal dalam Sastra Kita”

Bahasa ยป