PURITISME DALAM SASTRA INDONESIA

S Yoga

Sebenarnya sudah lama hal ihwal kelamin menjadi pembicaraan dalam dunia kesenian kita, misal dalam candi-candi, candi Borobudur juga ada hal ihwal berhubungan antara lelaki dan wanita, dalam serat Centhini bahkan digambarkan bagaimana harus bermain, hari apa sesuai wetonnya dan ciri-ciri wanita dengan hal ihwal perempuan, bahkan dalam gua-gua sudah terpancak relief-relief yang bergambar kelamin, perhatikan lingga yang bersimbol penis juga. Ingat pula dalam Kamasutra, Asmorogomo, Ars Amatoria, dari buku (meski ini bukan karya sastra) Sanksekerta, Jawa dan Latin ternyata karangan-karangan itu tidak menunjukkan dan terkesan tuna susila atau pornografi, padahal menguraikan teknik hubungan seks dan seluk beluknya. Continue reading “PURITISME DALAM SASTRA INDONESIA”

Ada Apa dengan Horison Sastra Indonesia?

Maman S. Mahayana *

Empat serangkai antologi Horison Sastra Indonesia (HSI: Kitab Puisi, Kitab Cerita Pendek, Kitab Nukilan Novel, Kitab Drama), seperti lazimnya penerbitan buku yang dianggap penting, acap kali diekori berbagai reaksi. Bahkan tidak jarang pula bermuara pada kontroversi. Namun, di luar dugaan, reaksi yang dialamatkan kepada para penyunting HSI terkesan berlebihan; melebar tak lagi memusat pada substansi antologi, tapi pada masalah yang mengesankan pemihakan subyektif. Di sana ada nada haru-biru. Continue reading “Ada Apa dengan Horison Sastra Indonesia?”

Menggugah Sastra Indonesia Melalui Remaja

Maria D. Andriana
http://www.republika.co.id/

SASTRA: Pemerintah terus menggugah generasi muda khususnya pelajar untuk meminati karya sastra
Kendati karya sastra dewasa ini disebut-sebut sedang dalam posisi terpuruk, Pusat Bahasa masih gigih menggugah minat kaum muda untuk mendalaminya, antara lain dengan menyelenggarakan lomba penulisan cerita pendek untuk pelajar SMP dan SMA. Continue reading “Menggugah Sastra Indonesia Melalui Remaja”

Berthold Damshauser: Sastra Indonesia Kurang Dikenal

Berthold Damshauser
Pewawancara: Seno Joko Suyono, Ibnu Rusydi
korantempo.com

Ia menjepit rokok dengan telunjuk dan jempol tangan kanan. Di sela-sela kalimat-kalimat Indonesianya yang lancar, ia mengisap kretek A Mild itu dalam-dalam. Berthold Damshauser, 52 tahun, adalah salah satu ahli sastra Indonesia di Jerman yang tersisa. Sejak 1986, dia menerjemahkan sastra Indonesia ke bahasa Jerman dan sebaliknya. Continue reading “Berthold Damshauser: Sastra Indonesia Kurang Dikenal”

Senjakala Kritik Sastra Indonesia

Gunoto Saparie
infoanda.com

Karya sastra merupakan dunia kemungkinan, artinya ketika pembaca berhadapan dengan karya sastra, maka ia berhadapan dengan kemungkinan penafsiran. Setiap pembaca berhak dan seringkali berbeda hasil penafsiran terhadap makna karya sastra. Pembaca dengan horison harapan yang berbeda akan mengakibatkan perbedaan penafsiran terhadap sebuah karya sastra tertentu. Continue reading “Senjakala Kritik Sastra Indonesia”

Bahasa ยป