Ramayana, Cerita yang Tidak Pernah Usang

Judul : Hikajat Seri Rama
Penerbit : Balai Poestaka
Tahun : 1938
Tebal : 256 halaman
Peresensi: Umi Kulsum
http://www2.kompas.com/

RAMA dan Sita (Sinta) merupakan sejoli yang berasal dari epik Ramayana. Dalam proses perjalanan dari negeri asalnya, kedua sosok tersebut telah berubah dari versi aslinya menjadi bentuk cerita yang sarat dengan muatan lokal di mana cerita itu berkembang. Continue reading “Ramayana, Cerita yang Tidak Pernah Usang”

Latar Indonesia dalam Karya Sastra Tionghoa

I Nyoman Suaka

Beranda

Karya-karya kesusastraan peranakan Tionghoa di era tahun 1920-an, kini bangkit kembali dan banyak beredar di pasaran. Bahkan tidak canggung-canggung, buku sastra itu terbit berseri (jilid satu sampai delapan) yang bertajuk ”Sastra Melalui Peranakan Tionghoa”. Buku itu membicarkan tentang karya sastra kaum penulis Tionghoa tempo dulu. Anehnya, ketika karya sastra itu terbit pertama kali, pernah dijuluki sebagai bacaan picisan, murahan dan bermutu rendah. Akibat julukan itu, maka hasil kesusastraan peranakan Tionggoa tergolong bacaan liar. Mengapa demikian? Continue reading “Latar Indonesia dalam Karya Sastra Tionghoa”

Sabdatama, Mutiara Jawa

Drs H Budiono Herusatoto*
http://www.kr.co.id/

Hamenangi jaman edan, ewuh aya ing pambudi, melu ngedan nora tahan, yen tan melu hanglakoni, boya keduman melik, kaliren wekasanipun, ndilalah karsa Allah, begja-begjane kang lali, luwih begja kang eling lan waspada.

Terjemahan tekstualnya: Menghadapi zaman gila, serba salah untuk bersikap, ikut gila tak sampai hati, namun bila tidak begitu, tak kebagian rezeki, kelaparan akhirnya, (tetapi) atas kehendak Tuhan, betapapun beruntungnya yang lupa, lebih beruntung yang sadar dan waspada. Continue reading “Sabdatama, Mutiara Jawa”

Ketika Cinta Didefinisikan dengan Jenis Kelamin

Judul : Garis Tepi Seorang Lesbian
Penulis : Herlinatiens
Penerbit : Galang Perss, Yogyakarta, Cetakan Pertama, April 2003
Tebal : xxiii + 323 halaman
Peresensi: Islah Gusmian
http://www2.kompas.com/

ORIENTASI seksual pada sesama jenis, baik itu gay maupun lesbian, bukanlah fenomena baru di masyarakat kita. Sejak zaman dulu, dunia seksual semacam ini telah ada. Di Aceh, sebagaimana dilaporkan Snouck Hurgronje dalam The Achehnese, ada kesenian rateb sadati yang merepresentasikan dunia homoseksual. Serat Centhini, Continue reading “Ketika Cinta Didefinisikan dengan Jenis Kelamin”

Bahasa ยป