Binhad Nurrohmat*
http://www.lampungpost.com/
Metro merupakan kota dengan kompleksitas kultural. Kota ini dibangun 1930-an dalam rangka Politik Etis Pemerintah Kolonial Belanda di Hindia-Belanda.
Masyarakat dari beragam suku besar di Pulau Jawa dan Pulau Bali dengan bekal cangkul, bajak, sapi, kerbau, palu, dan paku diseberangkan kapal Kolonial Belanda ke wilayah ini untuk membangun kota multikultur. Pendatang membawa tradisi agama, bahasa, niaga, bersawah, dan berladang. Pribumi tetap berkebun lada, cengkih, dan merica. Continue reading “Intimasi Puisi Penyair Metro”
