WISATA DI SEPUTAR TUGU MONAS

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Tugu Monumen Nasional (Monas), kini tampil dengan wajah baru. Penataan interior taman tampak memancarkan kenyamanan. Pagar setinggi hampir dua meter yang mengelilingi kompleks Monas menjadikan kawasan itu bebas pedagang asongan. Ternyata, tujuannya bukan sekadar itu. Sekelompok menjangan yang sengaja didatangkan dari Istana Bogor, berkeliaran bebas di sekitar Tugu Monas. Sementara, emas seberat 100 kg yang tegak berkilau di puncak Monas, seperti ikut terkesima. Jika pagi hari, banyak orang berolahraga santai di sana. Menjelang siang, beberapa pengunjung akan kelihatan berkeliling sambil menikmati derap langkah kuda delman. Tampak pula sejumlah orang antre hendak masuk ruang bawah tanah atau bermaksud hendak menaiki puncak Monas. Di ruang bawah itu, kita dapat menikmati biorama perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Dan jika kemudian kita naik ke puncak Monas, sejauh mata memandang terhamparlah Jakarta dengan gedung-gedung pencakar langitnya. Monas kini hadir dengan pesona yang menakjubkan.

Suasana taman di tengah kota, keramahan para kusir delman, dan wajah ceria para pengujung Monas, menghadirkan sebuah citra kompleks Monas yang menawan.

Mungkin kita masih belum puas menikmati suasana nyaman wajah baru Monas. Tetapi, ada banyak pilihan jika hendak menghabiskan hari dengan pengalaman menakjubkan. Dengan hanya berjalan kaki sekitar lima menit ke sebelah barat kompleks Monas, kita akan sampai di sebuah museum yang bersejarah: Museum Gajah! Di sana berbagai peninggalan bersejarah akan memaksa kita berdecak kagum. Sejumlah patung raksasa para raja zaman dahulu, berderet memberi pesona memukau. Sementara di ruang-ruang museum, peninggalan bersejarah lainnya, tersimpan rapi sebagai koleksi yang sangat berharga. Di sana, kita seperti tersihir. Mungkin saja kita akan menghabiskan rasa kagum kita seharian penuh. Tak apa-apa. Sebab, di sekitar itu, dalam jarak beberapa puluh meter saja, kita akan menjumpai sejumlah hotel mewah atau hotel sederhana dengan pelayanan yang pasti tak mengecewakan. Mungkin kita aka tinggal sehari dua hari di sana. Esok paginya, kita akan melanjutkan menikmati wisata di sekitar Tugu Monas.

Istana Presiden yang terletak di sebelah utara Monas mungkin akan menjadi pilihan pertama wisata hari itu. Berjalan santai sepanjang trotoar di depan halaman istana sambil memandang dari kejauhan kemegahannya, sungguh merupakan pengalaman yang khas. Lalu-lalang kendaraan, aparat keamanan dan polisi lalu lintas yang bertugas di beberapa pojok perempatan jalan, dan Pasukan Pengawal Presiden (Paswalpres) yang mematung di depan istana, membawa cerita tersendiri.

Jika perjalanan kita teruskan ke arah timur, akan sampailah kita di sebuah gereja megah peninggalan Belanda yang dibangun tahun ?. Itulah Gereja Kathedral, rumah Tuhan dengan arsitektur yang akan menyita kekaguman kita. Dindingnya yang indah serta hiasan kacanya yang cemerlang merupakan bukti, betapa gereja itu didirikan dengan semangat cinta kasih Kristiani.

Persis di hadapan gereja, sebuah masjid terbesar di Jakarta, memancarkan pula pesonanya. Masjid Istiqlal memang seperti sengaja dibangun tepat di hadapan gereja bersejarah itu. Sebuah simbol kerukunan beragama laksana datang seketika. Masjid yang dapat memuat sekitar 10.000 jamaah itu, juga dibangun dengan memadukan arsitektur Timur Tengah dan Eropa. Pilar-pilarnya kokoh menjulang dan hawa sejuk segera akan menyergap jika kita berada di selasar masjid. Di sana, ada pula ruang pameran yang memajang seni kaligrafi dan benda-benda seni lainnya yang menggambarkan kekayaan seni Islam.

Hari itu, mungkin kita kembali ke hotel dengan membawa serangkaian ketakjuban. Mungkin pula kita akan merencanakan kunjungan yang lebih khusus. Esok, mungkin, kita akan meninggalkan Jakarta menuju Bandung, Yogyakarta, Solo, atau Surabaya dengan kereta api eksekutif dari Stasiun Gambir. Jika ada waktu senggang, eloklah memanfaatkan waktu dengan mengunjungi pameran lukisan di Galeri Jakarta. Di sana dipamerkan berbagai lukisan karya para pelukis kontemporer Indonesia. Jika sudah puas menikmati keindahan lukisan, cukup lima menit saja kita berjalan kaki ke Stasiun Gambir. Esok harinya, mungkin kita sudah berada salah satu kota wisata Indonesia.

Sebuah rangkaian kunjungan wisata di seputar Tugu Monas telah dilalui. Dan kita akan terus mengenang pesona tempat-tempat wisata itu. (MSM)

Istilah pencarian yang masuk:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*