Menulis Biografi Pahlawan

Bandung Mawardi*
http://www.jawapos.com/

BUKU adalah kunci untuk publikasi sosok dan nilai pahlawan. Rezim Orde Lama menjalankan operasionalisasi untuk publikasi pahlawan dengan membentuk Lembaga Sejarah dan Antropologi (1958). Lem?baga itu memiliki misi membuat buku biografi para pahlawan. Orde Baru melanjutkan misi dengan membentuk Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional (1979). Klaus H. Schreiner (2005) mencatat pada 1983 lembaga itu telah menerbitkan 73 biografi pahlawan. Continue reading “Menulis Biografi Pahlawan”

MEREKONSTRUKSI (? x – = +) DALAM KORUPSI

Nurel Javissyarqi
http://www.facebook.com/nurelj

Alhamdulillah diberi sempat meluruskan permasalahan ini, kepada kejiwaan bathin menggebu menunjukkan sikap seimbang di jalan lurus menentukan pilihan. Ruh yang Tuhan rahasiakan kecuali sedikit bisa dikenali, hanya sekulit luar kupasan bawang putih adanya materi, sebagai kehalusan budhi pekerti insan mengamati arti kelembutan.

Kali ini kudedah keberadaan realitas ketaksadaran, sebab realitas kesadaran tentu anda cukup mengolah bahan termiliki. Ini dimunculkan demi mawas bercermin, atas kesalahan tak terkira sanggup gagalkan pemahaman, lebih parah melahirkan tragedi. Karenanya izinkan menguliti buah pengantar jarak yang ditempuh pemahaman logis serta rasa untuk menggapai akarnya. Continue reading “MEREKONSTRUKSI (? x – = +) DALAM KORUPSI”

BERCINTA DENGAN ALAM, BERCINTA DENGAN TUHAN?

Maman S Mahayana

Puisi (: sastra), bagi Malaysia adalah spirit kebudayaan. Ia dapat dimaknai sebagai alat perjuangan kebudayaan; maruah kemelayuan. Pada dasawarsa 1950-an, misalnya, sastra memancarkan semangat nasionalisme. Kemerdekaan Indonesia telah memberi inspirasi untuk melakukan hal yang sama. Maka, gerakan kebudayaan itu kemudian menjadi gerakan kebangsaan. Mengingat tumbuhnya nasionalisme di Malaysia itu sejak awal dimainkan para sastrawan dan guru -seperti juga yang terjadi di Indonesia- tidak mengherankan jika peran mereka menjadi sangat penting ketika itu. Dan sastra menjadi alat perjuangan yang efektif dalam mengobarkan semangat nasionalisme. Continue reading “BERCINTA DENGAN ALAM, BERCINTA DENGAN TUHAN?”

SIHIR TERAKHIR; Antara Perjuangan, Perubahan, dan Kematian

Imamuddin SA

Orang kerap menganggap dalam realitas kehidupan ini selalu terjadi pemarjinalan terhadap kaum perempuan. Itu akar pondasinya bertumpu pada suatu kisah sejarah akan keberadaan manusia yang disimbolkan dengan keberadaan Adam dan Hawa. Berdasarkan kisah tersebut, kebanyakan orang berasumsi akan keberadaan wanita yang selalu berada dibawah bayang-bayang laki-laki. Ia sebagai kaum lemah yang berfungsi sebagai pelengkap hidup bagi kaum laki-laki. Continue reading “SIHIR TERAKHIR; Antara Perjuangan, Perubahan, dan Kematian”

Bahasa ยป