Ibu Jangan Jadi Hantu

Mardi Luhung
jawapos.com

1. Buku Harian

Terus terang, ada satu hal yang mengganjal dalam hidupku. Hidup yang sudah berumur 50 tahun ini. Yaitu aku tak sempat membahagiakan ibu. Ibu yang sudah meninggal. Dan hal yang mengganjal itu telah aku tulis di buku harianku. Buku harian tebal. Bergambar wanita muda yang berleha-leha di sebuah dermaga. Dengan latar jangkar mengangkang. Jangkar besar, kukuh, kenyal, dan berminyak. Continue reading “Ibu Jangan Jadi Hantu”

Tembok

Soeprijadi Tomodihardjo*
http://www.jawapos.com/

BEBERAPA minggu sejak bertemu juru rawatnya belum juga saya pe?nu?hi janji menjenguk lelaki itu. Kesibukan kerja menjelang tutup buku bulan Desember ini rasanya bukan alasan la?gi karena sudah berkali-kali saya sampaikan. Akhirnya pada hari tak terduga ketika handphone meringkik-ringkik di ikat pinggang, saya segera membetotnya. Tiba-tiba terdengar suara juru rawatnya.

”Tuan harus menengoknya. Saya sudah bebe?rapa kali beri tahu dia, Tuan berjanji akan me??nengoknya. Sekarang saya ulang harapan sa?ya demi rasa kemanusiaan. Bukankah dia ber?asal dari negeri Tuan? Bulan lalu kakinya di?amputasi di Amsterdam. Continue reading “Tembok”

Dia Hanya Seorang Pengarang

Ahan Syahrul*
http://www.jawapos.com/

”Mengarang, pada awalnya. Dan, pada akhirnya.” Hanya kalimat itulah yang terucap dari Hamka ketika dipuja tentang kebesarannya. Dia mengatakan hanya seorang biasa saja, seorang pengarang tepatnya. Padahal, kita tahu bahwa Hamka adalah pejuang kemerdekaan, penulis, ulama, agamawan, wartawan Pedoman Masyarakat, serta pemimpin redaksi majalah Panji Masyarakat dan Gema Islam.

Dia juga tercatat sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Padang Panjang. Bahkan, Hamka pernah menjabat rektor Universitas Moestopo Jakarta dan Universitas Islam Jakarta. Seorang besar, tetapi dalam hidupnya tidak pernah merasakan tamat dari SD, apalagi diwisuda layaknya sarjana. Continue reading “Dia Hanya Seorang Pengarang”

Ironi Barat dalam Novel

Imam Muhtarom *
jawapos.com

Novel tidak memiliki aturan baku agar pembaca mengikuti jalannya cerita mulai awal hingga akhir. Aturan baku tersebut, antara lain, terlihat pada semua novel yang beredar di masyarakat pembaca, yakni dengan alur pembuka-konflik-penyelesaian. Juga, alur tersebut tidak saja menjadi acuan utama dalam novel, tetapi juga di dalam film. Terutama dalam film produksi Hollywood, alur itu mendapat kedudukan penting bagaimana sebuah materi cerita disusun seolah-olah alur tersebut satu-satunya strategi agar sebuah film bisa dibuat dan dinikmati. Dalam novel, alur semacam itu nyaris tidak dipertanyakan lagi, baik di kalangan penulis sastra maupun pembacanya. Sejauh dapat mengetengahkan konflik secara menarik kemudian pembaca bisa mengapresiasinya, novel dipandang telah menjalankan tugasnya. Continue reading “Ironi Barat dalam Novel”

Potret Lain Dunia Muslim

Taufik Suadiyatno*
http://www.jawapos.com/

TURKI adalah negeri muslim de?ngan paham sekuler, paham yang sudah dianut negeri itu sejak ma?sa pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk. Meskipun 90 persen dari 70 juta jiwa penduduknya ada?lah musulman (muslim), Turki ter?lihat sangat berbeda dengan ka?um muslim di negeri-negeri se?kitarnya. Terutama dalam hal bu?sa?na. Mereka sangat kental de?ngan kesan ”kosmopolitan”. Ke??ba?nyakan berpenampilan se?per??ti orang Eropa. Kalau dilihat dari segi fisik, memang orang-orang Turki mirip orang Eropa. Continue reading “Potret Lain Dunia Muslim”

Bahasa ยป