Dian R. Basuki
ruangbaca.com
Di mata Huntington, tidak adanya ketertiban politik dan otoritas merupakan kelemahan paling serius di berbagai belahan dunia.
Namanya lekat dengan istilah yang demikian populer di bumi yang sempit ini, “benturan peradaban” (clash of civilization). Ia berpendapat, di dunia setelah Perang Dunia, konflik kekerasan bukan disebabkan oleh friksi ideologis diantara negara-bangsa, melainkan oleh perbedaan kultural dan keagamaan di antara peradaban-peradaban besar dunia. Persis sehari menjelang Natal tahun lalu, Samuel Phillips Huntington meninggalkan dunia ini dengan tetap teguh memegang keyakinan akantesisnya itu. Continue reading “Referensi Bernama Huntington”
