Kota, Sejarah, Nostalgia

Sunlie Thomas Alexander *
jawapos.com

SETIAP kota tentu punya riwayat. Yang getir, penuh haru biru, heroik, maupun samar seperti kabar angin sesayup sampai. Ketika melihat foto lama sebuah kota, misalnya, tentu beragam ”perasaan” bisa hadir. Sebagian kita yang memiliki ikatan emosional dengan kota tersebut bakal terbuai nostalgia: kenangan manis, pun ingatan sedih. Namun, bagi yang tak punya tautan batin, selembar potret masa silam mungkin saja tetap menggelitik. Continue reading “Kota, Sejarah, Nostalgia”

Biografi, Dramaturgi dan Tafsir Filmis

Tonny Trimarsanto
http://www.sinarharapan.co.id/

Film Gie, karya Riri Riza menjadi satu film yang mampu memberikan warna baru, dalam dunia hiburan saat ini. Film yang mengangkat sepenggal kehidupan tokoh gerakan mahasiswa tahun 1966 tersebut menandai babakan baru dunia perfilman di tanah air. Jelas, kemunculan Gie memberikan tawaran baru bagi banyak sineas untuk bisa mengangkat sederet tokoh yang mempunyai kontribusi dalam panggung sejarah, di tanah air. Continue reading “Biografi, Dramaturgi dan Tafsir Filmis”

Inklusivitas Ideologis bagi Sastra Modern

Nuriel Imamah
http://www.sinarharapan.co.id/

Di tahun 1975, penyair yang terkenal dengan julukan si Burung Merak, WS. Rendra, yang pada waktu itu masih tinggal di Yogya datang ke Jakarta. Kedatangannya ke Jakarta bertujuan untuk menyampaikan pidato dalam rangka menerima penghargaan seni yang diberikan oleh Dewan Kesenian Jakarta untuknya.

Dalam pidatonya, Rendra mengatakan, bahwa eksistensi seorang seniman adalah layaknya seorang empu. Ia memilih ?angin? sebagai tempat tinggalnya dan membiarkan para raja memilih istana sebagai tempat tinggal mereka. Continue reading “Inklusivitas Ideologis bagi Sastra Modern”

Orang-Orang Rai Gedek

Djoko Pitono *
jawapos.com

RAI gedek (tak tahu malu). Orang Sunda menyebutnya sebagai kandel kulit beungeut. Orang Madura mengatakan tak endik todus, sementara orang Bali akan bilang sing lek. Di sebelah timur Bali, di Pulau Lombok, orang-orang berbahasa Sasak punya istilah codol, kedul, atau ngodol.

Ke arah timur lagi, di Pulau Sumbawa, warga setempat yang berbahasa Bima mempunyai sebutan tiwara waja. Di Kabupaten Flores Timur, warga yang berbahasa Lamaholot punya istilah mian take. Selain itu, di Sulawesi Selatan orang-orang Bugis memiliki ungkapan degaga siri’na. Continue reading “Orang-Orang Rai Gedek”

Yang Silam, Yang Tersembunyi, Yang Menjelang

Wahyudin *
Jawapos.com

YOGYAKARTA Biennale X-2009 bertajuk Jogja Jamming: Art Archives Movement akan dibuka secara resmi oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada 11 Desember di gedung Pameran Taman Budaya Jogjakarta.

Di luar dan dalam gedung yang dibangun pada 1996 itu, khalayak bisa menyaksikan puspa ragam karya seni rupa mutakhir milik 32 perupa kiwari Jogjakarta. Continue reading “Yang Silam, Yang Tersembunyi, Yang Menjelang”

Bahasa ยป