Fragmen Fantasi Kebudayaan Indonesia Baru

Arif Hidayat
sinarharapan.co.id

Pengalaman kita pada zaman ini tidak lagi utuh, hingga kita tidak dapat lagi mempercayai cerita-cerita besar ataupun sejarah. Bak ekosistem, kebudayaan Indonesia berdenyut hidup lewat satuan-satuan kecil yang merupakan kumpulan organisme yang terus mencoba mencari peluang untuk memperbarui diri. Peluang ini kian membesar saat determinisme yang berlaku pada mereka mengecil. Kita mencari totalitas tetapi tidak ada jalan tunggal menuju ke sana. Continue reading “Fragmen Fantasi Kebudayaan Indonesia Baru”

Sejarah Komik Indonesia: Kepala Tanpa Leher

Donny Anggoro
sinarharapan.co.id

“Tidak seharusnya buku komik seperti itu!?”
Scott McCloud dalam Understanding Comics: The Invisible Art, HarperCollins Publishers, New York, 1993.

Lontaran Scott McCloud di awal tulisan ini berpijak pada kondisi sosiologis yang keliru di masyarakat sehingga eksistensi komik melulu dianggap sebagai bacaan anak mutu rendahan, sekali baca lalu dibuang. Continue reading “Sejarah Komik Indonesia: Kepala Tanpa Leher”

Sastra yang Berangkat dari Lamunan

Indra Tjahyadi
sinarharapan.co.id

Ada kalanya sebuah karya sastra bukannya tercipta dari sebuah permenungan, melainkan dari sebuah lamunan. Lihat saja puisi-puisi karya Nirwan Dewanto. Pada puisi-puisi karya Nirwan Dewanto lamunan menjadi semacam motor penggerak utama bagi dasar penciptaannya, dan bukannya permenungan.

Dengan menggunakan lamunan sebagai motor penggerak utama bagi dasar penciptaannya, ada sebuah konsekuensi logis yang tak dapat dielakkan muncul pada larik-larik puisi karya Nirwan Dewanto tersebut, yakni bahwa puisi-puisinya tersebut terkesan hidup dan dihidupi oleh lanturan-lanturan. Continue reading “Sastra yang Berangkat dari Lamunan”

Sastra dan Realitas Imajiner

Anton Kurnia
sinarharapan.co.id

“Ketika Gregor Samsa terbangun pada suatu pagi di atas ranjangnya dari sebuah mimpi yang menggelisahkan, ia menemukan dirinya telah berubah menjadi seekor kumbang raksasa.” Demikian Franz Kafka (1883-1924), novelis muram yang tumbuh di Praha, membuka “Metamorfosis” (1915). Gregor Samsa terputus hubungan dengan masa lalunya sebagai manusia secara tiba-tiba. Sesuatu yang “irasional” terjadi pada hidupnya yang “nyata”. Continue reading “Sastra dan Realitas Imajiner”

Bahasa »