Menyunting Cerpen Sunda

Satya W.S.
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

DARI September 2002 hingga Agustus 2009 saya ikut memilih dan menyunting cerpen Sunda untuk majalah Cupumanik. Tiap bulan majalah kami memuat dua cerpen, yakni satu asli Sunda, yang lain terjemahan dari bahasa Inggris.

Pada mulanya, selain memilih cerpen Sunda, saya harus menerjemahkan cerpen dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Sunda. Continue reading “Menyunting Cerpen Sunda”

Kegetiran di Balik Teater “Burung Merak”

S. Jai *

Joko Pandan menegak, menjilat darah di pedang
ia telah membunuh bapaknya
(Dari Sajak Rendra, Balada Terbunuhnya Atmo Karpo)

SAJAK yang hampir surealis dan fantastis ini lengkap dibacakan dengan memikat oleh sutradara dan pimpinan Komunitas Celah Celah Langit, Iman Soleh. Sajak ini pula yang menginspirasi Putu Wijaya menebar spirit WS Rendra (alm) untuk -memilih sudut pandang baru- dalam monolog Burung Merak di Universitas Airlangga, Selasa (17/11) malam. Putu mengeksplorasi dialognya “mengapa anak bersedia membunuh bapaknya?” “Kenapa bapak bisa terbunuh oleh anaknya?” Continue reading “Kegetiran di Balik Teater “Burung Merak””

Triyanto Triwikromo Metamorfosis Bagong

Gunawan Budi Susanto
suaramerdeka.com

ANDA benar, saya akrab dengan dia. Tetapi, sungguh, saya tak tahu banyak soal dia. Saya cuma tahu dia lahir di Salatiga, 15 September 1964, dari keluarga buruh pabrik. Tekanan kemiskinan membuat dia jadi kacung, berganti-ganti majikan. Karena mungkin jadi guru jalan meraih drajat lan semat, dia sekolah di SPG, lalu mulang SD, dan 1985 kuliah di IKIP Negeri Semarang (kini Universitas Negeri Semarang). Continue reading “Triyanto Triwikromo Metamorfosis Bagong”

Bahasa ยป