Puisi-Puisi Desti Fatin Fauziyyah

Kepada yang Melupakan

sepertinya kita hanya sebuah kartu
nomor, pesan, huruf-huruf dalam tombol
kita hanya album foto
diam dengan senyuman
yang tak berubah
sampai kartu itu hilang
sampai foto itu kenang

kita belum menjadi kita
dan kau melulu jadi pelupa

Agustus, 2007

Bandung-Cianjur

aku menemuimu di lorong hati yang berguncang
kepul asap dan orang-orang bertuai di ladang

kereta ini membawa kita pada jarak tak berujung
di jendela aku mencintai bayang-bayang sendiri

2008

Tentang Angin

Tak perlu kuudarakan kecemasan
ketika kita menyeberangi negerinegeri lain

kuceritakan padamu tentang angin
yang lebih berkuasa pada musim
membawaku kembali pada satu

September, 2007

Kau yang Air

Jangan beri aku ruang dalam malam untuk menjawab pesan dari
yang lain
Ketika angin menjadi kata-kata rindu yang menari disela-sela pintu

Ketuklah!
Kan kubuka pintu untuk lelahmu

2008

*) Sihir Terakhir, Antologi Puisi Penyair Perempuan ASAS, Penerbit PUstaka puJAngga, 2009.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *