Bermuka Dua

Djunaedi Tjunti Agus
http://www.suarakarya-online.com/

Munaf tiba-tiba saja merasa ada yang aneh. Kepalanya, di bagian belakang, bergerak-gerak. Kemudian seperti ada yang tumbuh. Untuk memastikan apa yang terjadi dia mengangkat tangan dan merabakan telapak tangannya ke kepala bagian belakangnya.

Dia kaget bukan kepalang. Munaf merasakan di kepala bagian belakangnya tak ada lagi rambut, berubah total membentuk wajah baru. Ada mata, ada hidung, ada kumis, ada mulut. Continue reading “Bermuka Dua”

Terompet

Faradina Izdhihary
http://www.suarakarya-online.com/

Ini gak bisa didiamkan lagi, Pak Camat. Harus segera diambil tindakan! Demikian Sapuan menyampaikan usulannya kepada pimpinan di kecamatan itu, baru-baru ini. Usulan itu disampaikan dengan penuh kemarahan. “Ya benar, Pak Camat. Kita laporkan polisi saja! Kebiasaan Trisno benar-benar menganggu ketentraman warga,” tambah Suratno pula. Continue reading “Terompet”

Sastra Kita Antara Tragedi dan Ironi

Tjahjono Widijanto
suarakarya-online.com

Dari awal tumbuh dan perkembangan sastra Indonesia modern tak lepas dari persoalan luka kemanusiaan dan luka bangsa .Dalam sastra kita, monumen-monumen luka manusia ini juga diikuti dengan hero-hero yang keheroikannya bisa jadi tidak sedahsyat cerita-cerita dalam sejarah ansich. Ambil contoh roman Surapati karya Abdoel Moeis, Pulang (Toha Mohtar), Surabaya, Corat-coret di Bawah Tanah (Idrus), Jalan Tak Ada Ujung (Mochtar Lubis), Keluarga Gerilya, Perburuan, Bumi Manusia (Pramoedya Ananta Toer) dan Burung-burung Manyar karya J.B Mangun Wijaya, semua menunjukan sisi paradoksal antara hero, heroisme dan tragik. Continue reading “Sastra Kita Antara Tragedi dan Ironi”

Sastra Sunda dan Kegundahan Kang Ajip

Cornelius Helmy
http://cetak.kompas.com/

Pada hari ulang tahunnya yang ke-72, sastrawan Ajip Rosidi mengaku gundah dengan penerbitan buku berbahasa Sunda. Meski tahun ini 30 buku berbahasa Sunda diterbitkan, putra Majalengka kelahiran 31 Januari 1938 ini mengatakan, mayoritas buku merupakan terbitan ulang yang sudah muncul sebelum perang.

Hal itu menandakan, pembaca buku bahasa Sunda adalah orang-orang yang ingin membaca buku yang pernah dibaca sebelumnya. Ajip memperkirakan, generasi muda kurang berminat dengan inovasi yang ditawarkan buku berbahasa Sunda saat ini. Continue reading “Sastra Sunda dan Kegundahan Kang Ajip”

Bahasa ยป