Lima Jurnalis Luncurkan “Kumpulan Cerpen Wartawan Olahraga”

Yon Parjiyono
http://www.suarakarya-online.com/

Kali pertama dalam sejarah dunia kewartawanan di Indonesia, dan bahkan di dunia, lima wartawan senior meluncurkan buku “Kumpulan Cerpen Wartawan Olahraga”, di lobi VIP Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (28/1).

Uniknya, karya sastra ini ditulis oleh para wartawan yang di masa aktifnya meliput dan menulis berbagai kegiatan olahraga. Namun, sebagai manusia mereka mempunyai sisi lain yang tak bisa seluruhnya tersalurkan di media massa, tempat mereka bekerja. Sehingga dilampiaskan dengan menulis cerita pendek. Continue reading “Lima Jurnalis Luncurkan “Kumpulan Cerpen Wartawan Olahraga””

REFLEKSI KESENIAN

Beni Setia *
surabayapost.co.id

AWAL 2009 kemarin diawali dengan kerisauan mengemukan di benak seniman Jawa Timur, dan semua itu sesungguhnya dipicu dua hal. Satu, dipindahkannya Dinas Kebudayaan dari rumah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ke rumah (baru) di Dinas Parawisata. Dengan konsekuensi: siapa yang mengelola Taman Budaya Jawa Timur di Surabaya, dan semua kegiatan rutinnya, yang selama ini jadi ajang pemanifestasian pencapaian kreatif mereka. Continue reading “REFLEKSI KESENIAN”

Media dalam Cermin Dinamika Global*

Y. Wibowo
http://kebunlada.blogspot.com/

MEDIA, baik cetak maupun elektronik, sebagai sesuatu yang embedded dalam arus globalisasi membawa implikasi besar bagi perubahan perilaku dan gaya hidup (life style) individu, kelompok dan atau masyarakat dunia. Mengaitkan media dengan budaya tidak bisa terlepas dari persoalan globalisasi dan integrasi pasar dunia karena perwajahan media akan sangat ditentukan pergeseran isu-isu globalisasi dan kepentingan kapital. Continue reading “Media dalam Cermin Dinamika Global*”

Soft Diplomacy Indonesia

Azyumardi Azra
http://www.republika.co.id/

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Indonesia terlihat kian aktif dalam percaturan internasional. Gejala ini berbeda dengan masa paruh pertama dasawarsa pasca-Soeharto. Dalam masa paruh pertama itu, pemerintah Indonesia yang silih berganti dalam waktu relatif singkat sejak dari presiden Habibie, presiden Abdurrahman Wahid, dan presiden Megawati Soekarnoputri terlihat tidak terlalu memberikan prioritas pada peningkatan kembali dan revitalisasi postur Indonesia dalam kancah internasional. Continue reading “Soft Diplomacy Indonesia”

Bahasa ยป